IHSG Siap Diserbu Profit Taking

IHSG Siap Diserbu Profit Taking

- detikFinance
Jumat, 07 Agu 2009 07:30 WIB
IHSG Siap Diserbu Profit Taking
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali membuat kejutan dengan lonjakan tajam ke level 2.359 pada perdagangan Kamis kemarin. Saham-saham grup Bakrie kembali memberikan sumbangan besar bagi kenaikan IHSG sekaligus nilai transaksi.

Tujuh emiten grup Bakrie memberikan sumbangan nilai transaksi hingga 51% dari total nilai transaksi di seluruh pasar. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akhirnya kembali menembus level Rp 3.000 per dolar AS.

Saham-saham grup Bakrie kini dinilai sudah waktunya 'istirahat'. Investor akan melakukan profit taking atas Bakrie 7, sehingga akan berpengaruh pula pada pergerakan IHSG.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Jumat (7/8/2009), IHSG diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah oleh koreksi. Apalagi harga-harga komoditas sudah surut, mengikuti koreksi harga minyak mentah dunia.

Sementara bursa Wall Street kemarin bergerak melemah menyambut data pengangguran AS. Pada perdagangan Kamis (6/8/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) melemah tipis 24,71 poin (0,27%) ke level 9.256,26.

Bursa Tokyo juga membuka perdagangan akhir pekan ini dengan melemah tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 22,38 poin (0,22%) ke level 10.365,71.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Transaksi saham grup Bakrie berhasil menjadi motor kenaikan indeks dalam perdagangan kemarin. IHSG tercatat menguat +1,85% ke 2.359,557 dengan transaksi tercatat mencapai Rp 8,2Triliun, dimana sekitar 51% dari transaksi tersebut berasal dari transaksi grup Bakrie.

Hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas pada kisaran support-resistance 2.336-2.381.

Optima Sekuritas:


Saham Bumi dan grupnya kembali menjadi primadona sehingga mendorong indeks naik 42 poin ke level 2.359. Aliran dana asing kembali masuk ke bursa yang tercatat net buy Rp 355 miliar sehingga mendorong nilai transaksi mencapai Rp 7 triliun. Indeks berpotensi melemah akibat profit taking dan bergerak dikisaran 2.325-2.375.

(qom/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads