Demikian dilansir oleh riset yang dilakukan oleh Nicolas Cashmore dari PT CLSA Indonesia (kode broker: KZ) sebagaimana dikutip detikFinance , Senin (10/8/2009).
Cashmore menyebutkan, pada akhir tahun 2008, volume rata-rata harian selama setahun 3 broker berbasis online trading hanya sebesar 1,8% dari total volume rata-rata yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada periode Januari-Mei 2009, seiring dengan rally tajam IHSG sekitar Maret 2009, volume rata-rata transaksi saham melalui online trading meningkat pesat menjadi 8,4%. Pada periode Januari-Agustus 2009, volume rata-rata saham yang ditransaksikan 3 broker berbasis online trading sudah mencapai angka 9,3%, berlipat hampir 5 kali dari posisi akhir 2008.
Tiga broker utama berbasis online trading di BEI adalah PT Indo Premier Securities (kode broker : PD), PT E-trading Securities (kode broker : YP) dan PT Philips Securities Indonesia (kode broker : KK).
Menurut Cashmore, PD masih menduduki peringkat teratas dari segi frekuensi transaksi dan volume saham yang diperdagangkan selama periode Januari-Juni 2009. Selama periode tersebut, PD melakukan transaksi sebanyak 1.842.381 kali dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 83,563 miliar saham.
Posisi kedua diduduki oleh YP dengan frekuensi transaksi sebayak 1.745.673 kali dengan volume saham sebanyak 75,766 miliar saham. Posisi ketiga diduduki oleh KK dengan frekuensi sebanyak 674.085 kali dengan volume saham sebanyak 45,975 miliar.
Namun dari nilai transaksi yang dilakukan selama periode Januari-Agustus 2009, YP menduduki peringkat teratas senilai Rp 28,277 triliun, kemudian PD sebesar Rp 26,037 triliun dan KK sebesar Rp 22,123 triliun.
Peningkatan pangsa pasar online trading ini, menurut Cashmore didorong oleh maraknya investasi ritel di Indonesia yang juga didukung oleh deposit rekening yang relatif terjangkau oleh masyarakat.
Ke depannya, diperkirakan online trading bakal berkembang lebih pesat lagi. Sebagai contoh, lanjutnya, PD saat ini memiliki 10 ribu rekening investor. Hingga akhir tahun PD berani menargetkan angka sebanyak 25 ribu rekening. Ini mengindikasikan kalau bisnis online trading cukup menjanjikan di waktu-waktu mendatang.
(dro/dnl)











































