"Awal 2010, kami berencana mencari pendanaan US$ 300 juta," ujar Direktur Keuangan BBNI, Yap Tjay Soen di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (12/8/2009) malam.
Soen mengatakan, dana sebesar US$ 300 juta itu akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan, sehingga bisa mengangkat posisi rasio kecukupan modal (CAR) perseroan di tahun 2010.
Pada triwulan I-2009, posisi CAR perseroan sebesar 15%. Namun pada akhir semester I-2009, posisi CAR perseroan telah menurun ke level 14,3%. Untuk mengangkat kembali posisi CAR, perseroan berencana mencari pendanaan sebesar US$ 300 juta di awal 2010.
"Opsi-opsinya bisa obligasi, subdebt (obligasi subordinasi) atau rights issue. Kalau rights issue tentu kalau pasarnya bagus cukup menarik. Tapi kalau harga terlalu rendah kurang bagus. Kemungkinan obligasi atau subdebt. Cuma kalau subdebt kan agak mahal," ujarnya.
Kendati demikian, Soen mengaku belum dapat memberikan kepastian opsi mana yang akan diambil perseroan untuk menambah modal sebesar US$ 300 juta itu di 2010.
Wacana penerbitan subdebt BBNI sebesar US$ 300 juta pernah dilontarkan pada awal 2009. Namun Direktur Utama BBNI Gatot M Suwondo membantah kabar tersebut. Rupanya, Soen menyatakan bahwa benar perseroan berencana menambah modal sejumlah sama. Hanya saja, opsi-opsinya masih dalam pengkajian internal perusahaan
(dro/dnl)











































