Saham Wal-Mart mencatat kenaikan hingga 2,7% setelah peritel terbesar dunia itu melaporkan pendapatan yang membaik untuk kuartal II dan outlooknya.
Data itu sekaligus mampu menutup data yang sedikit mengecewakan dari sektor ritel. Departemen Perdagangan AS melaporkan angka penjualan ritel selama Juli turun 0,1%, sementara analis mengharapkan adanya kenaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang sangat membantu kita pagi ini adalah angka pendapatan Wal-Mart," ujar Warren Simpson, managing director Stephens Capital Management seperti dikutip dari Reuters, Jumat (14/8/2009).
Pada perdagangan Kamis (13/8/2009), indeks Dow Jones ditutup menguat 36,58 poin (0,39%) ke level 9.398,19. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik 6,92 poin (0,69%) ke level 1.012,73 dan Nasdaq naik 10,63 poin (0,53% ke level 2.009,35.
Wall Street sebelumnya telah menguat besar usai Bank Sentral AS melakukan pertemuan 2 hari dan menyimpulkan bahwa perekonomian AS kini mulai stabil.
"Tetap naik setelah kenaikan yang kita hadapi kemarin merupakan hari yang cukup baik," imbuh Simpson.
Saham-saham sektor finansial cerah ceria setelah fund manager, John Paulson menyatakan telah membeli saham sejumlah bank dalam jumlah besar termasuk Bank of America. Paulson merupakan hedge fund yang telah menangguk untung besar atas saham-saham finansial setelah krisis kredit. Saham Bank of America tercatat melonjak hingga 6,7%, indeks KBW Bank naik 3,1%.
Namun perdagangan sangat tipis, di New York Stock Exchange transaksi bahkan hanya 777 juta lembar saham, jauh di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Demikian pula di Nasdaq, transaksi hanya 1,01 miliar, jauh di bawah rata-rata tahun lalu yagn mencapai 2,28 miliar.
Harga Minyak Naik Tipis
Sementara harga minyak mentah dunia kembali naik tipis, merespons data pertumbuhan ekonomi positif di kawasan Eropa. Perbaikan pertumbuhan ekonomi Eropa diharapkan bisa membantu lagi kenaikan permintaan.
Kontrak utama minyak light sweet pengiriman September naik 36 sen menjadi US$ 70,52 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman September naik 59 sen menjadi US$ 73,48 per barel.
"Sejumlah faktor memberikan kontribusi untuk pasar yang semarak. Namun faktor terbesar adalah angka pertumbuhan ekonomi Eropa yang cukup mengejutkan," ujar Bart Melek dari BMO Capital Markets seperti dikutip dari AFP.
Perekonomian Jerman secara mengejutkan tumbuh 0,3% pada kuartal II. Sementara Prancis juga melaporkan perekonomiannya mengalami ekspansi 0,3% selama kuartal II.
(qom/qom)











































