Dolar AS Kembali Lemah Lesu

Dolar AS Kembali Lemah Lesu

- detikFinance
Jumat, 14 Agu 2009 07:54 WIB
 Dolar AS Kembali Lemah Lesu
Jakarta - Dolar AS kembali mendapatkan tekanan, setelah Jerman dan Prancis mengumumkan pertumbuhan ekonomi positif yang menjadi pertanda kawasan tersebut keluar dari resesi. Data dari AS justru menunjukkan perekonomian negara tersebut belum bisa bangkit meski sudah stabil.

Pada perdagangan Kamis (13/8/2009) di New York, euro menguat ke 1,4287 dolar dibandingkan sebelumnya di 1,4191 dolar. Euro sempat menembus level tertingginya di 1,4327 dolar. Sementara dolar AS juga melemah atas yen ke 95,36 yen, dari sebelumnya di 96,09 yen.

Rupiah pun ikut menguat. Pada perdagangan Jumat (14/8/2009), rupiah dibuka pada level 9.930 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di 9.950 per dolar AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perekonomian 16 negara Eropa hanya menyusut 0,1% pada kuartal II, dibandingkan kontraksi 2,5% pada kuartal I. Perekonomian Jerman secara mengejutkan tumbuh 0,3% pada kuartal II. Sementara Prancis juga melaporkan perekonomiannya mengalami ekspansi 0,3% selama kuartal II.

Data mengecewakan justru datang dari AS. Departemen Perdagangan AS melaporkan angka penjualan ritel selama Juli turun 0,1%, sementara analis mengharapkan adanya kenaikan.

Sentimen negatif lain adalah pemerintah yang menyatakan jumlah tenaga kerja yang mendaftarkan aplikasi awal untuk klaim pengangguran meningkat 4.000 menjadi 558.000. Padahal ekonom berharap angkanya bisa turun.

"Pelemahan yang umum datang dari data yang dirilis AS pada pagi ini. Penjualan ritel yang tidak mengesankan memberikan sentimen besar. Fundamental tampaknya sedang menggelayuti dolar AS," jelas Joel Kruger, analis dari Forex Capital Markets seperti dikutip dari AFP.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads