Pada perdagangan Selasa (18/8/2009), rupiah ditutup melemah ke 10.010 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.955 per dolar AS.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A Sarwono mengatakan, salah satu penyebab pelemahan rupiah pada hari ini adalah karena investor memanfaatkan sentimen negatif bursa regional untuk profit taking dan mencari aset dengan yield yang lebih tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dolar AS di pasar Asia mencatat rebound tipis atas yen. Investor masih merasa gugup setelah bursa China kemarin merosot, meski hari ini sudah membaik.
Dolar AS menguat ke 94,80 yen, dibandingkan sebelumnya di 94,46 yen. Euro juga menguat ke 1,4097 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4077 dolar dan 13363 yen dibandingkan sebelumnya di 132,97 yen.
"Dolar AS mengalami rebound atas yen, namun ini tidak berarti sentimen beli yen sudah berbalik. Karena para pemain masih khawatir tentang kejatuhan saham-saham di dunia terutama China, maka mereka cenderung untuk membeli yen yang merupakan mata uang paling aman," ujar Hideaki Inoue, chief manager Mitsubishi UFJ Trust and Banking Corp seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)











































