"Rencananya bulan Juni 2010," kata Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar saat bertemu para pimpinan redaksi media massa di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (20/8/2009).
Menurut Emirsyah, rencana perseroan untuk melakukan IPO tersebut tetap sesuai jadwal. "Hingga sekarang kami masih terus mempersiapkan untuk itu," jelas dia.
Pada kesempatan itu, Emirsyah menyampaikan tentang banyaknya maskapai penerbangan dunia yang mengalami penurunan pendapatan drastis akibat resesi global. Namun, kata dia, Garuda tidak mengalami hal itu.
Bahkan, perolehan pendapatan dan keuntungan Garuda semakin meningkat. Pada 2007, laba bersih Garuda hanya Rp 60,2 miliar. Pada 2008, Garuda membukukan laba Rp 669,5 miliar, atau naik sekitar 1.012,3%.
Pada semester I-2009, keuntungan Garuda sudah mencapai sekitar Rp 600 miliar. "Semester kedua biasanya lebih baik," ujar Emirsyah.
Emirsyah juga memaparkan tentang rencana penambahan dan peremajaan pesawat hingga 2014. Pada 2014, Garuda akan memiliki lebih dari 100 pesawat. Pesawat-pesawat itu juga buatan baru dan hanya tiga jenis, yaitu Boeing 737-800 NG, Boeing 777-300 ER, dan Airbus 330-200.Â
Menghadapai liburan lebaran tahun ini, Garuda juga akan menambah penerbangan tambahan. Penerbangan tambahan ini sekitar 8,6% atau 42.226 seat. Garuda juga telah menyiapkan penerbangan untuk mengangkut jamaah haji mulai Oktober 2009. Tahun ini, Garuda dipercaya mengangkut 114.434 jamaah haji.
(asy/dnl)











































