Penguatan itu terjadi setelah indeks Dow Jones dan S&P 500 melemah hingga level terburuknya dalam 7 pekan. Selain dipicu oleh menguatnya bursa China yang cukup signifikan, Wall Street juga terdorong oleh data manufaktur yang positif.
Indeks sektor manufaktur di kawasan Philadelphia, Pennsylvania berbalik positif selama Agustus dengan naik 4,2% yang merupakan level tertinggi sejak November 2007.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya sekedar fakta bahwa klaim pengangguran yang lebih penting ditutupi oleh data manufaktur dan rebound di pasar saham luar, itu menunjukkan seberapa besar optimisme ada di pasar," ujar Dan Faretta, analis senior dari Lind-Waldock seperti dikutip dari Reuters, Jumat (21/8/2009).
Pada perdagangan Kamis (20/8/2009), indes Dow Jones industrial average (DJIA) naik 70,89 poin (0,76%) ke level 9.350,05. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 10,91 poin (1,09%) ke level 1.007,37 dan Nasdaq naik 19,98 poin (1,01%) ke level 1.989,22.
Saham AIG melonjak hingga 21,3% setelah menunjuk chief executive barunya, Robert Benmosche menyatakan bahwa raksasa asuransi itu kemungkinan bisa membayar utang kepada pemerintah dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
Saham finansial lain juga melonjak setelah Richard Bove, analis bank veteran menyatakan bahwa sejumlah investor bertaruh harga saham akan naik 3 kali lipat dalam 3 tahun.
"Investor telah melihat sektor finansial terjatuh sedemikian buruk, terlalu cepat. Mereka menghubungkan saham finansial dengan pemulihan ekonomi, sehingga mereka ingin melihat harga saham bergerak naik," ujarnya.
Perdagangan masih tipis, di New York Stock Exchange hanya 1,05 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 1,99 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
Harga Minyak Stabil
Sementara harga minyak mentah dunia bergerak stabil setelah kemarin merangsek hingga ke level tertingginya sejak Juni.
Kontrak utama minyak light sweet pengiriman September naik tipis 12 sen menjadi US$ 72,54 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Oktober turun 1,26 dolar menjadi US$ 73,33 per barel.
(qom/qom)











































