Indeks S&P 500 +1.1% menjadi 1,007.37, Dow Jones +0.8% menjadi 9,350.05. Yields untuk 10-year notes diperdagangkan pada posisi terendahnya dalam lima minggu atau -0.04% menjadi 3.42%.
Regional Pagi: Saham Jepang turun dipimpin oleh penurunan produsen otomotif setelah pemerintah US mengatakan akan menutup program “cash for clunkers”. Honda Motor Co. -2.3% dan Toyota Motor Corp. -2.2%. Mitsui O.S.K Lines Ltd. -1.6% sementara Kobe Steel Ltd. +2.8% setelah harian Nikkei mengatakan perusahaan tersebut kemungkinan akan membangun kebutuhan teknologinya untuk membangun komponen reaksi nuklir.
Indeks Nikkei -0.8% menjadi 10,302.45 dan Topix -0.6% menjadi 952.8. Program ‘Cash for clunkers’ akan ditutup pada 24 Agustus mendatang. KOSPI INDEX (+0.39%) 1,582.59. S&P/ASX 200 INDEX (-0.59%) 4,351.50. Straits Times (+0.43%) 2,570.66
Commodity: Harga minyak diperdagangkan mendekati $73/barel di New York, mengimbangi penguatan sepekan dengan optimisme bahwa akan membaiknya ekonomi. Harga minyak untuk pengiriman bulan Oktober berada pada $73.11/barel di NYMEX.Harga minyak berjangka (+6%) pekan ini. Kontrak bulan September telah berakhir kemarin Gold (-0.1%) $940.8/oz, CPO (+0.8%) 2.338 RMY, Tin (+3.3%) $14.000/ton, Nickel (+1.3%) $ 19.250/ton.
Corporate news
DOID: Akan Akuisisi Buma US$550 Juta
DOID segera mengakuisisi PT Bukit Makmur Mandiri Utama (Buma), perusahaan kontraktor batubara terbesar edua di Indonesia senilai US$ 550 juta atau Rp 5,5 triliun. Barclays Capital telah ditunjuk sebagai penasihat pendanaan dan menargetkan akuisisi rampung 4Q09. Selanjutnya, disinyalir akuisisi tersebut dibantu oleh Northstar Pasific.
PTBA: Akuisisi 2 Tambang, Siapkan US$ 150 Juta
PTBA menyiapkan dana internal sebesar US$150 juta untuk mengakuisisi dua tambang batubara di Kalimantan. Saat ini masih dalam proses due diligence dan menargetkan akuisisi satu perusahaan rampung tahun ini.
TLKM: Segera Akuisisi 2 Perusahaan Rp1,1 Triliun
TLKM melalui anak usahanya PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) akan mengakuisisi 2 perusahaan senilai 1,1 triliun meliputi 80% saham perusahaan menara telekomunikasi PT Solusindo Kreasi Pratama (Indonesian Tower) senilai Rp600 miliar dan perusahaan penyedia jasa informasi senilai Rp500 miliar.Saat ini, perseroan tengah due diligence dengan Indonesia Tower dan ditargetkan rampung Okto09.
UNTR: Penjualan Alat Berat 7M09 Terpangkas 42,9% yoy
UNTR mencatat penjualan alat berat 7M09 terpangkas 42,9% yoy dari 2.995 jadi 1.710 unit. Sementara penjualan Juli09 sebesar 311 unit, tertinggi sepanjang tahun ini atau naik 20,1% MoM vs Juni 259 unit.
HEXA: Raup Kontrak Tambahan US$18 Juta, Naikkan Target Penjualan
HEXA meraih kontrak tambahan sebanyak 200 unit alat berat dari PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) senilai US$18 juta . Total kontrak RAPP dan subkontraktornya hingga medio 2009 senilai US$27 juta. Sementara itu, perseroan menaikkan target volume penjualan FY09 jadi 1.200 dari sebelumnya 1.121 unit.
BBRI: KUR Tembus Rp 12 Triliun pada 1H09
Pada 1H09, KUR BBRI berhasil menembus Rp 12 triliun dan jumlah masabah KUR mencapai 2,25 juta. KUR tumbuh dengan signifikan atas dukungan jaringan yang menjangkau hampir di seluruh desa di Tanah Air. Sementara, pada tahun 2008, posisi KUR mencapai Rp 9,03 triliun yang memposisikan BBRI sebagai penyalur KUR terbanyak sepanjang tahun 2008.
KLBF: Perpanjang Buyback 12,3% Saham
KLBF berencana memperpanjang buyback saham tahap D maksimal 12,3% atau 1,24 miliar senilai Rp1,72 triliun periode 21 Agustus-20 November09.
INKP: Targetkan Pendapatan 2H09 Naik 10-11%
INKP menargetkan pendapatan 2H09 naik 10-11%, seiring naiknya permintaan ekspor di AS, Tiongkok, dan Jepang serta membaiknya harga pulp dan kertas.
SMCB: Holcim Ltd Tingkatkan Target pendapatan Hingga 60%
Holcim Ltd, produsen semen terbesar kedua di dunia, induk usaha SMCB meningkatkan target pendapatan hingga 60% pasca pencapaian target pada 1H09. Target meningkat menjadi 600 juta Swiss Francs (US$ 563 juta) dari sebelumnya 375 juta francs akibat pengurangan kapasitas dan pekerjaan.
(etr/dnl)











































