Pada perdagangan Rabu (26/8/2009), rupiah ditutup melemah ke 10.085 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 10.027 per dolar AS.
Di pasar regional, euro menguat di tengah membaiknya pasar finansial global yang memicu investor mencari mata uang yang berisiko namun berimbal hasil tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor kembali berani mengambil mata uang yang lebih berisiko setelah membaiknya data kepercayaan konsumen yang mendorong saham-saham menguat di AS, Asia, termasuk China.
"Fokusnya masih pada saham-saham di Shanghai," ujar Akira Takeuchi, pialang dari Chuo Mitsui Trust Bank seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)











































