Boeing Co. mengalami kenaikan paling tinggi dalam Dow setelah mengatakan armada 787 Dreamlinernya akan mulai beroperasi tahun ini sementara Intel Corp. mengalami kenaikan setelah menaikkan prediksinya.
Indeks S&P 500 (+0.3%) 1.028,93 dan Dow Jones (+0.4%) 9,544.2. Sun Microsystems Inc., Brown-Forman Corp., Ciena Corp. dan H&R Block Inc. dijadwalkan akan memberikan laporannya minggu depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa Asia menguat pagi ini dengan sentiment membantu penguatan saham Jepang setelah kemenangan oposisi pada pemilu akhir pekan. Nikkei 225 (+1,3%) 10,767.00. Topix (+0.13%) 970.55. Partai Demokrat Jepang memenangkan lebih dari 300 dari 480 kursi. Kospi (-0.3%) S&P/ASX 200 (+0.9%) 4,500.50 - Level tertinggi sejak Oktober 2008 Straits Times (+0.12%) 2,645.88
Commodity: Harga cooper naik ke level tertinggi dalam 11 bulan akibat spekulasi perbaikan pertumbuhan ekonomi akan meningkatkan permintaan terhadap logam. Pengeluaran konsumen di US dan Eropa telah mengalami peningkatan berdasarkan data yang dilaporkan pemerintah. Cooper futures untuk pengiriman bulan Desember +2.7% menjadi $2.9505/pound. Crude Oil (+0.3%) 73/barel, Gold (+0.14%) $960.1/oz, CPO (+0.2%) 2.381 RMY,Tin (+0.04%) $14.000/ton, Nickel (+1.6%) $19.550/ton.
Kami baru saja mengikuti investor forum minggu ini. Banyak pertanyaan mengenai ENRG dan BUMI. Investor retail masih memegang kendali untuk pergerakan saham ini. Pandangan kami, High Risk High Return. Kita tidak bisa menilai suatu pergerakan atau trend dari suatu saham hanya dari pergerakan satu-dua pekan.
Untuk kami sendiri Saham kedua ini masih Bullish, beberapa alasan yang saya ambil untuk rekomendasi bullish saya adalah:
1. Group ini bukan pertama kali menghadapai masalah seperti ini. Tahun 1997 menjadi pengalaman group ini dan mampu mengembalikan kepercaya investor setelah beberapa tahun kemudian dan menjadi saham ter-favorite.
2. Bumi adalah exporter Batu-bara terbesar Indonesia dengan liquiditas terbesar sehingga bisa membantu investor asing untuk strategy overweight portfolio di Indonesia setelah kreasi Nick cashmore (Head of Research, CLSA) "Chindonesia"Β menjadi terkenal di market global.
3. Parent Company BNBR telah kehilangan banyak porsi kepemilikan dari saham tersebut, keinginan untuk kembali menguasai saham tersebut yang dimana saham tersebut pernah membuat beliau menjadi orang terkaya indonesia akan membuat beliau berjuang untuk meraih posisi itu kembali.
Last but not least My Guru Says: "We simply attempt to be fearful when others are greedy and to be greedy only when others are fearful." - Warren Buffett
Economic & Industrial news
Economic: Inflasi Agustus Diprediksi 0.45%-0.6% MoM, 2.54%-2.78% YoY
BPS memprediksi tingkat inflasi agustus masih terkendali meski harga gula meningkat 7.5%, sebab kontribusinya relatif kecil terhadap inflasi. Inflasi Agustus diprediksi 0.45%-0.6% MoM dan 2.54%-2.78% YoY.
Automotive: Penjualan Mobil Agustus Diprediksi Tembus 46 Ribu (+7% MoM)
Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Toyota memprediksi penjualan mobil pada Agustus menembus 46.000 unit (+7% MoM) vs Juni 43.397 unit atau tertinggi sepanjang tahun ini , dipicu membaiknya kinerja makro ekonomi dan sentimen Idul Fitri.
Corporate news
DOID: Tanggung Utang Buma US$ 310 Jt
DOID menyatakan akan menanggung utang BUMA sebesar US$310 juta terkait akuisisi 99,99% saham BUMA.
ENRG: Anak Usaha Naikkan Harga Gas ke PLN
Anak perusahaan ENRG, Kalila (Bentu) Limited menandatangani perubahan perjanjian jual beli gas untuk pembangkit milik PLN di Pekanbaru, Riau. Kalila menyetujui untuk memproduksi gas kepada PLN pada harga US$ 2,65 per mmbtu sebanyak 15 juta kaki kubik gas per hari yang berlaku hingga 30 Juni 2010.
BUMI: Penawaran Harga Herald di Bawah Harga Wajar
Direktur Independen Herald Resources menyatakan penawaran harga 15,8% saham Herald oleh BUMI senilai Aus$0,7/saham dinilai di bawah harga wajarnya Aus$1,4/saham atau 25% dari harga akuisisi oleh BUMI tahun lalu Aus$2,85%. Olehkarenanya, pemegang saham Herald disarankan menolak tawaran tersebut.
OKAS: Anak Usaha Segera Terbitkan Obligasi Rp 450 Miliar
Anak usaha OKAS, PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) segera menerbitkan obligasi senilai Rp 400-450 miliar sebelum akhir tahun. Hasil emisi obligasi akan digunakan untuk membangun pabrik. Manajemen OKAS bersama underwriter tengah melakukan uji tuntas (due dilligence).
Β
META: Leyland & Bosowa Standby Buyer Rights Issue
META menunjuk Leyland International Tbk (LAPD) dan PT Bosowa Investment sebagai standby buyer (pembeli siaga) atas rights issue senilai Rp500 miliar.
Β
UNSP: Incar Lahan di Liberia
UNSP berniat lakukan ekspansi dengan membuka perkebunan kelapa sawit dan karet di Liberia, Afrika Barat. Rencana tersebut baru akan direalisasikan pada 2010.Terkait akusisi tersebut, UNSP membutuhkan dana setidaknya US$ 50 juta.
IPO: Dianjaya Steel Bidik IPO Rp200 M
PT Gunawan Dianjaya Steel bidik IPO sebanyak 12,2% atau 1 miliar saham dengan target dana Rp200 miliar pada 4Q09. Dinamika Usahajaya ditunjuk jadi underwriternya. IPO tinggal menunggu persetujuan Bapepam-LK yang ditargetkan pada Okto09.
PGAS: Hari Ini Kinerja 1H09 Dirilis, Indikasikan Laba bersih Rp1,44 T
Hari ini (31/8) , kinerja PGAS 1H09 akan diumumkan. Perseroan mengindikasikan laba bersih 1H09 mencapai Rp1,44 triliun vs 1Q09 Rp1,21 triliun, dipicu dari penguatan rupiah yang signifikan yang bisa mencapai Rp960 miliar. Selanjutnya, laba operasionalnya tidak akan berbeda jauh dari 1Q09 Rp1,99 triliun.
Earnings Watch
BBRI: Cetak Laba 1H09 Rp3.5 Triliun (+24% YoY)
BBRI kembali mencetak laba terbesar dari perbankan nasional tahun ini pada 1H09 sebesar Rp3.5 tn atau meningkat 24% YoY dari periode tahun lalu Rp2.8 tn. Meski NIM (net interest margin) turun jadi 9.13% namun ekspansi kredit +37% YoY menjadi Rp185 tn dan peningkatan fee based income ke Rp1.8 tn dari Rp877 miliar menyebabkan kenaikan laba bersih yang cukup signifikan. NPL tercatat pada level 3.7%.
Β
ADRO: Laba Bersih 1H09 Meroket 1570% yoy, Cari Utang US$500 Jt
Laba bersih ADRO 1H09 meroket 1570% yoy dari Rp140 miliar jadi Rp2,25 triliun, seiring pendapatannya +64% yoy dari Rp7,85 triliun jadi Rp12,90 triliun. Harga jual rata-rata batubaranya diindikasikan naik dari US$38,17/ton jadi US$70,86/ton. Selanjutnya, perseroan mencari pinjaman sindikasi bank asing dan lokal bertenor 5 tahun senilai US$500 juta atau Rp5 triliun guna biaya akuisisi dan pembangkit listrik.
(etr/qom)











































