Peningkatan laba terutama didorong oleh kenaikan pendapatan usaha sebesar 55% menjadi Rp 9 triliun dari sebelumnya Rp 5,8 triliun.
"Pencapaian ini diperoleh dari hasil peningkatan volume penjualan gas sebesar 37% menjadi 756 MMSCFD," ujar Direktur Utama PGAS, Hendy P Santoso dalam paparan publik di Graha Niaga, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Senin (31/8/2009).
Hendy mengatakan, peningkatan volume penjualan gas didorong oleh adanya peningkatan penyerapan gas oleh pelanggan di industri terutama sektor pembangkit tenaga listrik.
"Pada bidang transmisi, volume penyaluran gas turut naik jadi 763 MMSCFD di semester I-2009 dari sebelumnya 743 MMSCFD," jelas Hendi.
Selain itu, peningkatan laba juga didorong oleh perolehan keuntungan dari selisih kurs yang mencapai Rp 843 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, PGAS membukukan kerugian kurs sebesar Rp 4,723 miliar.
(dro/dnl)











































