Pada perdagangan Senin (31/8/2009), IHSG ditutup melemah 25,746 poin (1,08%) ke level 2.351,501. Indeks LQ 45 juga melemah 5,132 poin (1,11%) ke level 458,089.
- Indeks Hang Seng melemah 363,91 poin (1,81%) ke level 19.734,71.
- Indeks Komposit Shanghai merosot 153,73 poin (5,37%) ke level 2.706,96.
- Indeks Nikkei-225 melemah 36,95 poin (0,35%) ke level 10.497,19.
Bursa-bursa regional juga bergerak melemah. Bursa Jepang yang sempat menguat signifikan setelah keluarnya hasil pemilihan umum yang memenangkan partai oposisi akhirnya menutup sesi I dengan melemah. Demikian pula Bursa China yang melemah signifikan karena kekhawatiran melambatnya pertumbuhan kredit dan masalah suplai saham baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan di seluruh pasar tidak terlalu ramai, dengan frekuensi transaksi hanya 43.921 kali pada volume 2.947 juta lembar saham senilai Rp 2,119 triliun. Sebanyak 26 saham naik, 159 turun dan 40 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain BRI (BBRI) turun Rp 300 menjadi Rp 7.550, International Nickel (INCO) turun Rp 175 menjadi Rp4.250, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 100 menjadi Rp 2.300, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 8.550, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 75 menjadi Rp 2.900.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 150 menjadi Rp 9.900, Astra International (ASII) naik Rp 100 menjadi Rp 30.100, PGN (PGAS) naik Rp 50 menjadi Rp 3.500, Adaro (ADRO) naik Rp 40 menjadi Rp 1.390.
(qom/qom)










































