Pada perdagangan Selasa (1/9/2009), rupiah dibuka melemah tipis lagi ke level 10.127 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 10.112 per dolar AS.
Perdagangan rupiah pada hari ini diprediksi akan tetap tipis. Investor menantikan data inflasi yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada siang ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan di New York kemarin, dolar AS melemah hingga 93,08 yen, dibandingkan sebelumnya di 93,29 yen. Dolar AS sempat terpuruk ke 92,54 yen yang merupakan level terendah sejak 13 Juli. Sementara euro menguat ke 1,4341 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4304 dolar.
"Perubahan pemerintahan Jepang tidak cukup untuk membawa penguatan di bursa Jepang secara berkesinambungan, bahkan ditutup melemah. Juga kita menyatakan penguatan yen kali ini lebih karena meningkatnya risk aversion," ujar Sacha Tohanyi, analis dari Scotia Capital.
(qom/qom)
