Wall Street mengawali perdagangan awal September, yang dianggap sebagai bulan terburuk untuk saham, dengan pelemahan yang cukup signifikan. Ini adalah posisi terburuk sejak 17 Agustus 2009.
Pada perdagangan Selasa (1/9/2009), indeks Dow Jones ditutup merosot 185,68 poin (1,96) ke level 9.310,60. Indeks Standard & Poor's 500 juga merosot 22,58 poin (2,21%) ke level 998,04, Nasdaq melemah 40,17 poin (2%) ke level 1.968,89.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kekhawatirannya adalah pasar mencoba mendaki dinding yang sudah terlalu tinggi pada September. Orang-orang mencoba melakukan aksi jual di tengah berita makro yang baik sejak beberapa hari lalu," ujar Michael James, pialang senior dari Wedbush Morgan seperti dikutip dari Reuters, Rabu (2/9/2009).
Saham-saham finansial termasuk yang menderita aksi jual terbesar. Saham JPMorgan Chase & Co merosot 4,1%, Citigroup anjlok 9,2%.
Volume perdagangan cukup ramai, di New York Stock Exchange mencapai 1,63 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,76 miliar, di atas rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
Harga Minyak Anjlok
Sementara harga minyak mentah dunia kembali melorot di bawah US$ 70 per barel. Hal itu dipicu oleh melemahnya Wall Street dan dolar AS.
Kontrak utama minyak light sweet pengiriman Oktober melemah 1,91 dolar ke level US$ 68,05 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Oktober turun 1,92 dolar ke level US$ 67,73 per barel.
(qom/qom)











































