Pada perdagangan Rabu (2/9/2009), rupiah dibuka melemah ke 10.175 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 10.110 per dolar AS.
Gejolak baru di pasar finansial pada awal September ini membuat investor merasa lebih nyaman untuk memegang mata uang 'safe haven' seperti dolar AS dan yen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keseluruhan sentimen masih didominasi oleh kekhawatoran dari merebaknya dampak aksi jual di Bursa China. Kita juga masih melihat adanya perdebatan soal pemulihan ekonomi global," ujar Samarjit Shankar, analis dari Bank of New York Mellon seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)











































