Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Rabu, 02 Sep 2009 09:24 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Market Drop, what should you do? Pertama-tama perubahan trend jangka pendek bukan lah perubahan untuk jangka panjang. Kembali saya mengingatkan China menjadi Leading Indikator bukan US lagi. China memimpin penurunan bursa di global pekan semakin akibat pemerintah mencampuri bubble liquiditas yang terjadi di China.

Jadi, seberapa rendah kah kita akan bergerak. Analyst teknikal kita Venty mengatakan sekenario pergerakan IHSG bisa sampai ke titik terendah 2,171 dan juga termasuk titik reversal.

Dibawah ini adalah pandangan kita untuk menghadapan gejolak trend di jangka pendek:
  1. Memilih saham yang memiliki pertumbuhan terpesat.
  2. Memilih saham yang masih murah dalam valuasi PER dan
  3. Dengan ROE yang besar biasanya perusahaan memiliki Beta yang besar sehingga pada trend revesal saham tersebut akan memimpin penguatan.

Saham Tersebut yaitu: PGAS, INTP, LSIP, BDMN, UNVR, SMCB, BBNI, dan ANTM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dow Jones: Saham US turun untuk hari ketiga akibat kekhawatiran perbankan akan mencatat kerugian yang lebih besar. Wells Fargo & Co. turun setelah mengatakan akan membayar dana bantuan pemerintah tanpa menjual sahamnya. Bank of America Corp. -6.4% dan membuat Dow turun.

American International Group Inc. -21% dan MetLife Inc. -7.4% setelah analis mengatakan sahamnya mengalami kenaikan yang terlalu cepat dan tinggi. Indeks S&P 500 (-2.2%) 998.04 dan untuk pertama kalinya ditutup di bawah level 1.000 sejak 19 Agustus lalu dan Dow Jones (-2%) 9,310.6.

Regional Pagi: Bursa Bursa Asia melemah, yang dipimpin oleh perusahaan konsumen dan pertambangan, seperti Seven & I Holdings Co. memangkas prediksi laba dan penurunan harga komoditas. Seven &I, peritel terbesar Jepang, (-3.6%), Sumitomo Trust & Banking Co. juga memimpin pelemahan, saat yen melanjutkan penguatan di Tokyo.

BHP Billiton Ltd., perusahaan pertambangan terbesar di dunia, (-2%), Commonwealth Bank Of Australia turun A$1.09 ke A$45.22 dan Australia & New Zealand Banking Group Ltd. (-61 sen) A$21.39 di Sydney. Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. (-2.7%) dengan kekhawatiran kreditor akan mencetak kerugian lebih banyak yang menyeret saham finansial AS melemah kemarin.

Pelemahan di Singapura dipimpin oleh Jardine Matheson Holdings Ltd, United Overseas Bank Ltd dan Singapore Telecommunications Ltd.

Di Korea Selatan, Hyundai Motor Co., produsen ototmotif terbesar di KorSel, (+0.9%) 115,000 won. Ssangyong Motor Co., produsen otomotif yang berada dalam perlindungan kebangkrutan, (+15%) 4,055 won. Nikkei 225 (-2.4%) 10,277.02, Topix index (-2.2%) 947.81. KOSPI INDEX (-1.44%) 1,599.73. S&P/ASX 200 INDEX (-1.86%) 4,430.60. Straits Times (-1.18%) 2,565.67.

Commodity: Crude oil kemarin sempat mengalami penurunan ke level terendahnya dalam dua minggu dan menyentuh $68.05/barel setelah saham US turun akibat kekhawatiran perbankan akan mencatat kerugian. Minyak mengalami penurunan setelah Wells Fargo & Co., Bank of America Corp., American Express Co. dan CitiGroup Inc. turun. Harga komoditas juga turun akibat menguatnya dolar.Crude Oil $68.05/barel.

Minyak Sawit turun karena data Export minyak sawit dari Malaysia turun ke level 1.33 juta metric ton di Agustus, (-4.9%)MoM, menurut Survey Independent Intertek. Tetapi Societe Generale de Surveillance menyatakan turun 7.9% ke 1.3 juta ton. Harga minyak sawit untuk November CPO (-2.8%) ke 2,303 ringgit per metric ton di Malaysia Derivatives Exchange, penurunan terbanyak dalam 8 hari. Gold (+0.1%) $954.5/oz, Tin (-1.4%) $14.100/ton, Nickel (-5.4%) $18.525/ton.

Economic & Industrial news

Economic: Inflasi Agustus 0,56% MoM, 2,75% YoY

Agustus, BPS mencatat ada inflasi 0,56% MoM dan 2,75% YoY. Ini merupakan inflasi bulanan tertinggi sepanjang 2009. Harga bahan makanan memberi andil paling besar yakni 0,28% dengan kenaikan harga bawang putih yang mencapai 50%.

Economic: Juli, Ekspor Naik 2,85%

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Juli 2009 sebesar US$ 9,65 miliar atau naik 2,85% mom dan turun 22,98% yoy. Kenaikan ekspor didorong oleh meningkatnya harga barang tambang di pasar internasional.

Corporate news


UNSP: Investasi di Liberia US$10 Jt

UNSP melalui anak usahanya Bakrie Liberia Plantations BV investasi di Liberia sebesar US$10 juta . Saat ini, perseroan tengah bernegosiasi untuk mengakuisisi lahan seluas 200.000 acre dimana 4.000 acre ditanami karet dan 6.000 acre CPO dengan konsesi 100 tahun. Perseroan akan membangun pabrik pengolahan atau prsarana lainnya jika akuisisi tersebut berhasil.

TPIA: Chandra Asri Jajaki Obligasi US$250 Jt

PT Chandra Asri akan menerbitkan obligasi US$250 juta atau Rp2,5 triliun guna membiayai ekspansi. Disinyalir, perseroan telah menunjuk DBS Securities dan Deutsche Securities sebagai underwriternya.

OKAS: Ancora Capital Batal Akuisisi 2 Perusahaan

Ancora Capital membatalkan akuisisi dua perusahaan energi yakni PT Prakarsa Betunf Neruo Senami dan PT Indojaya Sukaraja karena berpotensi terjadi konflik kepentingan. Pasalnya, Prakarsa Betung dan Indojaya mengerjakan proyek Pertamina. Sementara itu, rencana rights issue OKAS senilai di bawah Rp500 miliar akan tetap berjalan.

BMRI: Nilai Subdebt Mencapai Rp 5 Triliun

BMRI berencana menerbitkan subdebt mencapai Rp 5 triliun paad 3Q atau 4Q tahun ini. Penerbitan subdebt dalam rupiah ini merupakan yang pertama kalinya bagi BMRI. Hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk meningkatkan permodalan serta memperkuat struktur jangka panjang.

BMRI: Segera Jual 10% Saham Garuda

BMRI memastikan akan menjual 10% sahamnya di PT Garuda Indonesia melalui IPO pada tahun 2010. Sebelumnya, konversi piutang BMRI sebesar US$100 juta ke Garuda diusulkan jadi saham.

ANTM: Revisi Nilai Proyek US$700 Jt

ANTM akan merevisi nilai investasi dua proyeknya senilai US$700 juta atau Rp7 triliun meliputi pembangunan pabrik alumina Tayan US$400 juta dan PLTU Pomalaa US$300 juta karena turunnya harga bahan baku.

Ditargetkan evaluasi proyek rampung akhir 2009 dan dimulai pada 2010.

LAPD: Bidik 40% Saham META

LAPD membidik 40% saham META seiring perseroan menyiapkan dana Rp400-500 miliar guna mengeksekusi rights issue META hingga 80% saham.

IPO: KS Lepas 20% Saham Latinusa Lewat IPO

PT Krakatau Steel (KS) segera melepas 20% saham anak usahanya PT Pelat Timah Nusantara (Latinusa) pada Nov09 senilai Rp300-400 miliar. Nantinya, kepemilikan KS di Latinusa hanya jadi 73,9% dari saat ini 93,9% saham.

KLBF: Beli 20% Saham Saka Farma Rp 15 M

KLBF melalui anak usahanya PT Bintang Toedjoe membeli 20% saham PT Saka Farma Laboratories senilai Rp 15 miliar pada 31 Agust09. Kepemilikan KLBF pada Saka bertambah jadi 100% dari sebelumnya 20% saham.

INTP: Naikkan Utilisasi 20% jadi 75-80%

Mulai bulan ini, INTP menaikkan utilisasi pabriknya sebanyak 20% jadi 75-80% dari saat ini 60% seiring membaiknya daya beli masyarakat. Saat ini, perseroan memiliki kapasitas produksi sebanyak 17,1 juta ton.


(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads