Wall Street Menguat Berkat Data Ritel

Wall Street Menguat Berkat Data Ritel

- detikFinance
Jumat, 04 Sep 2009 07:13 WIB
Wall Street Menguat Berkat Data Ritel
New York - Saham-saham di Wall Street akhirnya bergerak menguat meski tidak terlalu menggebrak. Angka penjualan ritel yang lebih baik memberi mood yang baik pada investor.

Sentimen positif lainnya adalah membaiknya data dari sektor jasa AS. Saham-saham finansial dan ritel menjadi pendorong utama kenaikan di Wall Street.

"Semua percaya bahwa ekonomi kini dalam tahap pemulihan. Dan yang memicu rally hari ini adalah bahwa hal-hal yang berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi," ujar Owen Fitzpatrick, head of equity dari Deutsche Bank Private Wealth Management seperti dikutip dari Reuters, Jumat (4/9/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Kamis (3/9/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) akhirnya ditutup naik 63,94 poin (0,69%) ke level 9.344,61. Indeks Standard & poor's 500 juga menguat 8,49 poin (0,85%) ke level 1.003,24 dan Nasdaq menguat 16,13 poin (0,82%) ke level 1.983,20.

Lonjakan harga emas dan komoditas lainnya juga memicu kenaikan hargaΒ  saham-saham pertambangan. Saham Newmont Mining Corp naik 4,5%, Freeport-McMoran naik 4,34%.

Perdagangan masih sangat tipis menjelang libur panjang hari buruh pada Senin mendatang. Volume perdagangan di New York Stock Exchange hanya sebesar 1,16 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebesar 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi juga hanya 1,86 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.

Harga Minyak Turun Lagi

Sementara harga minyak mentah dunia kembali turun, investor menunggu data pengangguran AS pada Jumat untuk mencari arah pergerakan ekonomi AS.

Pada perdagangan di New York, minyak light sweet pengiriman Oktober turun 9 sen menjadi US$ 67,96 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Oktober turun 54 sen menjadi US$ 67,12 per barel.

"Pasar saham adalah pendorong besar dan kini sebagian besar bergerak flat," ujar Ellis Eckland, pialang independen seperti dikutip dari AFP.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads