Mengawali pekan lalu, IHSG langsung menguat dalam transaksi yang tidak terlalu besar. Pada perdagangan Senin (7/9/2009), IHSG akhirnya ditutup menguat 17,656 poin (0,76%) ke level 2.340,392.
IHSG selanjutnya sempat mengalami koreksi sebelum akhirnya menembus lagi level 2.400 pada perdagangan Kamis (10/9/2009). Kenaikan IHSG terus berlanjut sehingga pada perdagangan Jumat (11/9/2009), IHSG ditutup menguat 4,083 poin (0,17%) ke level 2.415,946.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pada perdagangan Jumat (11/9/2009), Wall Street akhirnya mengalami koreksi. Indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 39,45 poin (0,41%) ke level 9.588,03. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 3,17 poin (0,30%) ke level 1.040,97 dan Nasdaq melemah 7,91 poin 0,385) ke level 2.076,11.
Bagaimana dengan perdagangan pekan ini?
Dalam posisi yang sudah terlalu tinggi tersebut, posisi IHSG kini mulai rawan profit taking. Tanda-tanda koreksi IHSG juga sudah mulai terlihat sejak perdagangan Jumat akhir pekan lalu.
IHSG pada perdagangan Senin (14/9/2009) ini diprediksi akan mengalami koreksi. Menjelang libur panjang lebaran, investor memilih untuk wait and see.
Bursa Jepang juga mengawali perdagangan pekan ini dengan koreksi. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 87,37 poin (0,84%) ke level 10.356,96.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Optima Sekuritas:
Indeks mencoba bertahan dari tekanan profit taking menjelang penutupan sehingga
hanya menguat tipis 4 poin ke level 2.415. Investor asing mengakumulasi saham BUMI
dan ASII sehingga menjadi penopang indeks dan tercatat net buy hingga Rp 400 miliar.
Sepekan menjelang hari raya Idul Fitri, indeks cenderung melemah dan sepi kembali.
Namun rencana rilis laporan keuangan Bakrie Grup bisa menjadi katalis bagi bursa.
Kisaran IHSG ada di 2.390-2.430
(qom/qom)











































