Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Kamis, 24 Sep 2009 09:19 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Bursa US melemah di tengah kekhawatiran bahwa usaha The Fed untuk mengakhiri resesi sudah hampir mencapai akhir. Treasuri meningkat dan dolar menguat mendorong penurunan pada komoditas. JPMorgan Chase & Co. dan CitiGroup Inc. turun sedikitnya 2.8% setelah The Fed memberikan sinyal akan mengurangi upaya untuk mendorong perekonomian.

Exxon Mobil Corp. dan Chevron Corp. memimpin penurunan diantara 40 saham perusahaan energi sementara FreePort-McMoran Cooper & Gold Inc. memimpin penurunan pada produsen bahan baku. Indeks S&P 500 (-1%) 1,060.87 dan Dow Jones (-0.8%) 9,748.55, Nasdaq (-0.7%) 2,131.42. Moody’s Corp. -8.4%, Prudential Financial Inc. -5.2%, Exxon -1.2%, Chevron -1.7%, Newmont Mining Corp. -3.6% dan FreePort -2.8%.

Regional Pagi: Bursa Jepang menguat seiring analis meningkatkan peringkat saham Toshiba Corp. dan Fast Retailing Co. sedangkan saham energi melemah dengan turunnya harga komoditas. Toshiba (+1.1%) setelah Credit Suisse Group AG melipatgandakan harga lebih dari harga estimasi.

Fast Retailing (+2.7%) setelah GOldman Sachs Group Inc. merekomendasikan pembelian saham. Inpex Corp. (-2.3%) dan Sumitomo Metal Mining Co. (-1.3%). Nikkei 225 (+0.3%) 10.399,68. Kospi (-0.23%) 1.707,54. S&P/ASX 200 (-0.58%) 4.706,80. STI (-0.08%) 2,683.82.

Commodity: Crude oil mengalami penurunan untuk hari kedua di NY setelah laporan departemen energi US menunjukkan peningkatan yang tidak terduga dalam persediaan bahan bakar dalam konsumsi energi nasional. Persediaan crude naik 2.86 juta barel, Crude oil untuk pengiriman November -0.9% menjadi $68.33 per barel, Brent crude oil -3.6% menjadi $67.99 per barel. Konsumsi bahan bakar US turun 3.3% menjadi 18.5 juta barel per hari. Crude oil (-0.6%) $68.6/bbl, Gold (+0.3%) $1.012/oz, CPO (-1.5%) $675/MT, Nickel (+0.7%) $17.880/MT, Tin (-0.3%) $14.650/MT.

Economic & Industrial News

Economic: Prediksi Laju PDB 2H09 4,4%
Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan perekonomian Indonesia pada 2H09 tumbuh 4,4% dari semester sebelumnya 4,2%. Dalam Asian Development Outlook (ADO) 2009 Update, PDB Indonesia FY09 tumbuh 4,3% atau sama seperti target pemerintah dalam APBN-P 2009.

Pada 2010, laju diyakini meningkat secara moderat ke angka 5,4%. Proyeksi laju PDB 2009 dan 2010 dapat tercapai asalkan pemerintahan transmisi mampu merealisasikan berbagai kebijakan dan janjinya selama kampanye pemilu.
 
Energy: PLN memangkas biaya produksi Rp 20 Triliun
PLN berencana memangkas biaya produksi sebesar Rp 20 triliun tahun ini akibat lebih rendahnya konsumsi bahan bakar untuk pembangkit listriknya. PLN mengharapkan total biaya produksi turun menjadi Rp 140 triliun.
 
Corporate news


BUMI: Didanai CIC US$1,9 Miliar
China Investment Corporation (CIC), perusahaan pengelola dana berinvestasi dana dalam bentuk menyerupai utang kepada BUMI senilai US$1,9 miliar atau Rp19 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investasi tersebut terbagi dalam tiga jenis dan berkupon 12% per tahun meliputi US$600 juta yang dilunasi pada tahun keempat, US$600 juta tahun kelima dan US$700 juta tahun keenam. Perolehan dana akan digunakan untuk restrukturisasi utang dan belanja modal.
 
GZCO: Jajaki Utang Rp300 Miliar
GZCO menjajaki pinjaman perbankan sebesar Rp300 miliar guna melunasi akuisisi kebun dan capex FY10. Dana akuisisi mencapai Rp186 miliar.
 
DOID: Macquarie Bank Menjadi Penjamin Emisi Obligasi
Macquarie Bank bergabung menjadi anggota konsorsium pencari dana bagi DOID yang dipimpin oleh Barclays Capital. Konsorsium itu akan mencari dana US$ 550 juta atau sekitar Rp 5,28 triliun. Hingga saat ini, ada dua pilihan sumber pendanaan, yakni penerbitan obligasi dan utang kepada lembaga keuangan.
 
BBNI: Segera Realisasikan Kredit Sindikasi Rp6,5 Triliun
2009, BBNI segera merealisasikan tujuh kredit sindikasi senilai Rp6,5 triliun yang akan disalurkan ke EXCL Rp1,5 triliun, JSMR Rp1 triliun, PT PLN Rp2 triliun, PT Geo Dipa Energy US$100 juta dan tiga perusahaan swasta migas dan tambng lokal Rp1 triliun.
 
ITMG: Anak Usaha Akan Ekspansi dan Akuisisi
ITMG melalui anak usahanya, Trubaindo Coal Mining tengah mengincar proyek pemasokan batubara sebanyak 390.000 ton setahun ke pembangkit listrik Pagbilao di Filipina seharga US$ 80,93/ton. Jika berhasil, Trubaindo akan mulai pengiriman pertama batubara pada 10 November 2009. Selain perseroan juga tengah membidik perusahaan tambang batubara di Kalimantan yang bekapasitas produksi 3- 5 juta ton/ tahun.
 
SOBI: Raih Kredit Investasi Rp82 Miliar
SOBI, produsen sorbitol terbesar di Asia Pasifik, telah menandatangani fasilitas kredit investasi dari BMRI senilai Rp82 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun pabrik tepung tapioka di Tulang Bawang, Lampung.
 
UNSP: Investasi US$250 Juta Di Liberia
UNSP membutuhkan dana sekitar US$250 juta untuk ekspansi ke Liberia. UNSP berencana mengembangkan perkebunan sawit dan karet pada lahan seluas 100 hektare di Liberia. Proyek tersebut akan dikerjakan anak usaha yaitu Bakrie Liberia BV pada tahun 2010.

(etr/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads