Demikian disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito disela acara halal bihalal di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Kamis(24/9/2009).
Eddy mengatakan, BEI telah membentuk tim untuk mempelajari struktur utang BUMI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil analisis yang dilakukan tim BEI akan memutuskan apakah mereka akan melakukan pembicaraan dengan BUMI atau tidak.
"Kami akan putuskan dari hasil itu, apakah perlu ada diskusi lanjutan," tambah Eddy.
Eddy mengatakan, peninjauan tersebut bukan bertujuan untuk menghambat pertumbuhan kinerja BUMI beserta aksi korporasinya. Namun tindakan ini perlu dilakukan mengingat BUMI merupakan salah satu emiten yang paling disorot publik.
Hingga saat ini, posisi BUMI sebagai emiten dengan nilai transaksi tertinggi belum terkalahkan. Padahal dulu ada beberapa emiten yang berebut posisi tersebut seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
Menanggapi hal tersebut, Eddy menginginkan agar emiten-emiten lain juga ikut berkembang sehingga dapat bersaing dengan BUMI.
"Kita inginnya mendorong munculnya emiten-emiten baru yang bisa bersaing dengan BUMI,"katanya.
BUMI telah menandatangani perjanjian investasi berupa pinjaman senilai US$ 1,9 miliar dari CIC, perusahaan milik pemerintah China.
Pinjaman sebesar US$ 1,9 miliar tersebut terdiri atas 3 struktur. Pertama, pinjaman sebesar US$ 600 juta dengan tenor 4 tahun. Kedua pinjaman sebesar US$ 600 juta dengan tenor 5 tahun dan sisanya US$ 700 juta akan dikembalikan dalam 6 tahun.
Dana tersebut akan digunakan untuk restrukturisasi utang-utang perseroan dan pendanaan belanja modal (capital expenditure /capex).
Pinjaman tersebut dikenakan kupon bunga sebesar 12% per tahun dengan total Internal Rate of Return (IRR) sebesar 19%.
Dalam transaksi ini, PT Samuel Sekuritas Indonesia bertindak sebagai arranger dan penasihat keuangan serta Jones Day bertindak sebagai penasihat hukum BUMI. Deutsche Bank dan China International Capital Corporation (CICC) bertindak sebagai penasihat keuangan serta Davis Polk & Wardwell sebagai penasihat hukum CIC.
(dro/dro)











































