Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Jumat, 02 Okt 2009 09:23 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Bursa US mengalami penurunan tertajam dalam tiga bulan sementara dolar dan treasuri rally seiring dengan penurunan manufaktur dan peningkatan klaim pengangguran . JPMorgan Chase & Co., DuPont Co. dan American Express Co. turun sedikitnya 4.2% dan memimpin penurunan pada 30 saham yang terdapat dalam Dow Jones.

Treasuri 30-year bond yields turun di bawah 4% untuk pertama kalinya sejak April. Indeks S&P 500 (-2.6%) 1,029.85 dan Dow Jones (-2.1%) 9,509.28. Yields untuk 10-year notes menyentuh level 3.17%. Gold futures untuk pengiriman Desember (-0.9%) $999.8 per ounce.

Regional Pagi: Bursa Asia melemah tajam, menyusul pelemahan di Wall Street. Bursa Jepang melemah setelah pelemahan tak terduga pada manufaktur AS dan meningkatnya jumlah klaim pengangguran yang mengarahkan ekuitas Jepang melemah tajam dalam 3 bulan terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mitsubishi Motors Corp. (-3.4%). Nintendo Co. (-1.6%) di perdagangan Osaka. Panasonic Corp. melemah setelah Mizuho Securities Co. memangkas peringkat investasi pada saham. NIKKEI 225 (-2.12%) 9,767.07. KOSPI INDEX (-1.70%) 1,644.63. S&P/ASX 200 INDEX (-1.90%) 4,611.80. STI (-2.00%) 2,604.37.

Commodity: Crude oil turun akibat penurunan yang tidak terduga dari manufaktur, peningkatan pada kalim pengangguran dan penguatan dolar yang disebabkan skeptisme pemulihan ekonomi. Oil diperdagangkan di bawah tekanan dolar yang mengalami penguatan terbaiknya dalam dua minggu terhadap euro. Crude oil untuk pengiriman November (-0.6%) menjadi $70.43 per barel dan brent crude oil untuk November (+0.2%) $69.19 per barel. Crude Oil (-1%) $70.1/bbl, Gold (unc) $999/oz, CPO (+3.1%) $670/MT, Nickel (-2.6%) $17.425/MT, Tin (-4.7%) $14.200.

Economic & Industrial News

Economic: Inflasi 1,05% MoM dan 2,83% YoY

Sepanjang September Inflasi mencapai rekor tertinggi yaitu 1,05% MoM dan 2,83% YoY disebabkan faktor musiman karena harga-harga yang melambung pada Ramadhan dan Idul Fitri.
 
Economic: Ekspor Agustus Tertinggi Sejak November08, Tembus US$10 M

BPS mencatat ekspor Agustus09 mencapai nilai tertingginya sejak November08 menembus US$10,55 miliar atau naik 8,89% MoM. Namun turun 15,41% YoY sedangkan 8M09 turun 26,30% YoY jadi US$70,30 miliar.

Naiknya ekspor disumbang oleh sektor pertambangan khususnya batubara. Ekspor nonmigas Agustus US$8,91 miliar, naik 8,76% MoM atau turun 6,28% YoY.

Sementara, impor Agustus US$9,30 miliar atau 7,07% MoM. Sedangkan impor 8M09 turun 34,30% YoY jadi US$59,36 miliar. Olehkarenanya mencatat surplus perdagangan US$1,25 miliar dan pada 8M09 capai US$10,94 miliar.

JSMR: JSMR, BTEL ,KLBF Masuk Margin dan Short Selling

Periode Okto09, JSMR, BTEL, dan KLB masuk dalam daftar baru transaksi margin dan short selling dari jumlah masing-masing 39 dan 36 saham.

Automotive: Pasar Mobil DIprediksi Turun 27%

Pasar mobil nasional diperkirakan turun 27% mom menjadi 35 ribu unit pada September 2009 dari 48.178 unit. Kontraksi pasar yang cukup dalam ini dipicu pendeknya hari kerja pada September dan aksi sebagian besar konsumen yang mempercepat pembelian mobil pada Agustus.
 
Economic: Buyback Bisa Dilakukan Di Luar Bursa

Bapepam berencana memperbolehkan transkasi buyback saham emiten dilakukan di luar bursa (over the counter/OTC). Kelonggaran aturan tersebut akan direvisi ke dalam peraturan otoritas No.XI.B.2 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik.

Corporate news

SMGR: Gempa, Pabrik Semen Padang Berhenti Beroperasi

Akibat gempa bumi, pabrik semen SMGR yakni PT Semen Padang ditutup sementara karena gangguan pasokan listrik dari PLN terputus. Selain itu adanya kerusakan pada fasilitas pengangkutan bahan baku yang tertimbun tanah longsor. Kegiatan operasional ditargetkan kembali normal 7-10 hari dan sementara waktu produksi dialihkan di wilayah lain di Indonesia untuk menutupi kekurangannya. Dampak dari terhentinya operasional yakni produksi dan berpotensi hilangnya pendapatan perseroan.

Penghitungan produksi harian PT Semen Padang sebesar 17.400 ton seharga US$ 73,5 atau Rp 735.000 per ton, maka kerugiannya ditaksir mencapai Rp 120,8 miliar. Saat ini, stok semen di Sumatra hanya untuk pasokan sebulan dan Semen Padang menjadi pemasok terbesar distribusi di Sumatera. Namun, perseroan tetap menargetkan produksi di Sumbar sebanyak 5,3 juta ton di FY09.

BUMI: Naikkan Tawaran Harga Herald Aus$0,93

BUMI melalui Calipso Investment Pte Ltd menaikkan harga tawaran saham Herald Resources jadi Aus$0,93 dari Aus$0,70/saham. Selanjutnya, Direktur Independen Herald akan merekomendasikan tawaran harga BUMI tersebut kepada pemegang sahamnya.
 
BUMI: Porsi BNBR di BUMI Berkurang jadi 8,28%

Berdasarkan Lap. keuangan BUMI 1H09, porsi kepemilikan saham BNBR di BUMI berkurang 5,39% jadi 8,28% saham. Disinyalir penurunan kepemilikan saham tersebut terkait transaksi gadai saham BUMI kepada Piper Price&Company Ltd pada 17 April09.
 
BLTA: Akuisisi Perusahaan Pelayaran Norwegia

BLTA segera mengakuisisi perusahaan pelayaran Norwegia sekitar US$100 juta guna mendukung ekspansi perseroan.

UNTR: Capex FY09 Capai Rp1,46 T

Capex UNTR FY09 sebesar Rp1,46 triliun untuk memperkuat perseroan dan anak usahanya PT Pamapersada. Pendanaan berasal dari hasil rights issue tahun lalu Rp3,56 triliun.
 
ADHI: Bidik Proyek Infrastruktur Rp10,1 T

ADHI membidik sejumlah proyek infastruktur publik sebesar Rp10,1 triliun. Proyek tersebut meliputi pembangunan stadion Rp400 miliar, pelabuhan Rp800 miliar, proyek milik Chevron US$500 juta (Rp5 triliun), empat ruas jalan tol Rp1,2 triliun serta pelabuhan lain Rp100 miliar, dan proyek bandara, bendungan, tol bandara Rp2,2 triliun.

ITMG: Akan Bagi Dividen Interim Rp 678 per saham

ITMG akan membagikan dividen interim senilai total US$ 79 juta, atau setara dengan 49,78% laba bersih 1H09. Setiap saham ITMG akan menerima dividen interim Rp 678.

OKAS: Obligasi Anak Usaha Raih Rating A- dari Pefindo

Pefindo memberi peringkat A- dengan outlook stabil kepada dua calon obligasi terbitan PT Multi Nitrotama Kimia. Anak usaha OKAS itu akan menerbitkan obligasi senilai Rp 370 miliar, terdiri dari konvensional dan sukuk.

(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads