Menurut Sekretaris Perusahaan Semen Gresik Saifuddin Zuhri, dalam jangka waktu 7-10 hari, pabrik Semen Padang diharapkan sudah bisa beroperasi kembali. Sehingga dampak pada kinerja Semen Gresik tidak terlalu signifikan.
Ia mengungkapkan, tidak beroperasinya pabrik anak usaha emiten berkode SMGR itu karena tidak adanya pasokan listrik akibat gempa yang mengguncang Rabu (30/9/2009) lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, PLN akan memperioritaskan listrik bagi warga terlebih dahulu sebelum bisa memberikan listrik kepada industri. Namun ia optimis dalam jangka waktu tersebut, listrik sudah bisa mengalir ke pabrik Semen Padang.
Mengenai kerusakan akibat gempa, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan di lokasi sekitar pabrik. Maka dari itu pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara resmi mengenai peralatan dan sarana ang mengalami kerusakan.
"Sambil menunggu listrik, kita terus melakukan pendataan. Mana saja peralatan yang rusak dan harus diganti," katanya.
Ia menampik anggapan berhentinya operasi pabrik Semen Padang bakal berpengaruh kepada kinerja Semen Gresik. Menurutnya, berhentinya operasi pabrik hanya beberapa hari saja dan stok semen baik di pabrik maupun yang sudah berada di pasar masih mencukupi.
Jika stok semen ternyata kurang, pihaknya akan mengirim tambahan pasokan semen, bisa dari Semen Gresik maupun dari Semen Tonasa. Jika dilihat kinerja secara konsolidasi hingga akhir tahun 2009, ia optimis target produksi semen perusahaan plat merah itu bisa tercapai.
"Kan hanya berhenti beroperasi 7-10 hari saja. Itu tidak akan memperngaruhi target produksi hingga akhir tahun," imbuhnya.
Pada perdagangan Jumat (2/10/2009) pukul 09.45 waktu JATS, saham SMGR tercatat turun Rp 100 menjadi Rp 6.250.
(ang/qom)











































