"Pemerintah sebagai pemegang saham prioritas mendukung penuh atas langkah
akuisisi ini. Terlebih jika nantinya akan menambah kualitas aset dan pertumbuhan BUMN ke depan," ujar Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (7/10/2009).
Menurut Sofyan, akuisisi merupakan langkah yang baik guna menumbuhkan bisnis perseroan. Namun ia mengingatkan, sejatinya langkah ini didasarkan atas aspek komersial dan prospek proyek tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan lihat dua-duanya. Apakah konsorsium atau sendiri-sendiri, mana yang lebih berpeluang," ujar Sofyan.
Menurutnya, proses akuisisi yang dilakukan perseroan ini harus melihat dari pertimbangan bisnis yang ada, salah satunya cadangan yang dimiliki tambang tersebut.
"Ini kan sumber daya alam. Jika Bumn bisa dapatkan, kenapa tidak," tegasnya.
Sebelumnya, emiten berkode PTBA itu telah mengajukan penawaran akuisisi atas tambang batubara milik BPH Biliton yang ada di Kalimantan Timur dan Tengah. Perseroan juga kabarnya telah membentuk konsorsium dan menyiapkan dana Rp 1,5 triliun.
(ang/ang)











































