Selain saham BUMI, IHSG juga digerogoti oleh melemahnya saham-saham perbankan dan grup Astra. Pelemahan IHSG terjadi dalam nilai transaksi saham yang besar karena adanya crossing saham BUMI oleh broker CLSA Indonesia.
Pada perdagangan Kamis (8/10/2009) sesi I, IHSG ditutup merosot 34,518 poin (1,37%) ke level 2.478,888. Indeks LQ 45 melemah 7,720 poin (1,56%) ke level 487,377. Sedangkan rupiah masih menguat di 9.370 per dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Transaksi perdagangan cukup besar karena adanya crossing saham BUMI. Frekuensi di seluruh pasar tercatat sebanyak 60.479 kali pada volume 4.011 juta lembar saham senilai Rp 5.833 triliun. Sebanyak 40 saham naik, 133 saham turun dan 58 saham stagnan.
Sementara bursa-bursa regional bergerak menguat tipis.
- Indeks Hang Seng menguat tipis 81,95 poin (0,39%) ke level 21.323,54.
- Indeks Nikkei-225 menguat tipis 49,81 poin (0,51%) ke level 9.849,41.
- Indeks Straits Times naik tipis 16,2 poin ke level 2.650,83.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 850 menjadi Rp 33.900, United Tractor (UNTR) turun Rp 300 menjadi Rp 15.300, PTBA turun Rp 300 menjadi Rp 14.100, BUMI turun Rp 150 menjadi Rp 2.725, BCA (BBCA) turun Rp 175 menjadi Rp 4.75, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 8.550, BRI (BBRI) turun Rp 200 menjadi Rp 8.350, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 125 menjadi Rp 4.925.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Timah (TINS) naik Rp 100 menjadi Rp 2.250, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 50 menjadi Rp 2.650, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 50 menjadi Rp13.900. (qom/qom)











































