Bapepam-LK Masih Pelajari Obligasi Mandiri Sebesar Rp 3 Triliun

Bapepam-LK Masih Pelajari Obligasi Mandiri Sebesar Rp 3 Triliun

- detikFinance
Minggu, 11 Okt 2009 13:00 WIB
Bapepam-LK  Masih Pelajari Obligasi Mandiri Sebesar Rp 3 Triliun
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk sedang menyiapkan obligasi baru, berbentuk subordinasi sebesar Rp 3 triliun, guna mendukung rasio kecukupan modal (CAR)
mereka. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) tengah menelaah obligasi tersebut, dan diharapkan akan selesai pada akhir tahun 2009.

Hal ini dikatakan Kabiro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Noor Rachman kepada detikFinance melalui sambungan telepon Minggu (11/10/2009).

Menurutnya, pernyataan pendaftaran obligasi Bank Mandiri sesuai dengan nomor PP WDR/874/2009, tertanggal 28 September 2009 dan bernilai Rp 3 triliun. Jenis obligasi adalah Subordinasi I.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau bank kan biasanya memang subdebt, dan mereka ingin mendukung CAR," ujar Noor Rachman.

Ia menerangkan, Bapepam-LK memberi batas laporan keuangan kepada Bank Mandiri sampai dengan 31  Desember 2009. Rencana efektif obligasi dapat terlaksana pada 11 November 2009. "Ya kami menginginkan semuanya dapat selasai segera. Setelah proses di Bapepam selesai, maka siap dipublikasikan melalui Media,"tambahnya.

Untuk penerbitan Obligasi Subordinasi ini, Bank Mandiri menunjuk 4 perantara perdagangan efek (PPE) yaitu; PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, PT
Danareksa Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas. Sedangkan Bank Permata ditunjuk sebagai wali amanat atas obligasi BUMN perbankan ini.

Sebelumnya, Direktur Treasury dan Internasional Bank Mandiri Thomas Arifin menyatakan, bahwa penerbitan obligasi subdebt akan dilaksanakan pada kuartal III atau kuartal IV-2009. Selain memperkuat CAR, obligasi ini bertujuan sebagai penambah struktur dana jangka panjang Bank Mandiri.

Obligasi subordinasi dalam mata uang rupiah ini berjangka waktu 5-10 tahun dengan tingkat bunga tetap. ”Penerbitan Subdebt dalam mata uang Rupiah ini,
merupakan yang pertama kalinya bagi Bank Mandiri” papar Thomas.

Berdasarkan laporan kinerja pada sampai Semester I/2009, dana murah Bank Mandiri per Juni 2009 meningkat 7,6% atau sebesar Rp 11,5 triliun, yaitu dari sebesar Rp 151,2 triliun menjadi Rp162,7 triliun. Net Interest Margin (NIM) naik dari sebesar 5,25% menjadi 5,35%. Cost Efficiency Ratio (CER) membaik dari 44,4% menjadi sebesar 38,9%. Rasio Net NPL yang rendah di 1%. Laba bersih mencapai Rp2,927 triliun, atau tumbuh 12,1% dari pencapaian periode yang sama tahun 2008 yang sebesar Rp 2,610 triliun.


(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads