IHSG Siap-siap Melaju Lagi

IHSG Siap-siap Melaju Lagi

- detikFinance
Senin, 12 Okt 2009 07:56 WIB
IHSG Siap-siap Melaju Lagi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak sangat fluktuatif pada pekan lalu. IHSG juga sempat 'digoyang' penurunan saham-saham grup Bakrie, sehingga melemah di saat bursa-bursa regional menguat.

Mengawali pekan lalu, IHSG sempat bergerak ragu-ragu, namun pad aperdagangan keesokan harinya, IHSG langsung melesat dan mencatat kenaikan yang cukup besar. Namun IHSG selanjutnya terus bergerak melemah hingga akhir pekan.


  • Pada perdagangan Senin (5/10/2009), IHSG ditutup menguat tipis 0,565 poin (0,02%) ke level 2.480,413.
  • Pada perdagangan Selasa (6/10/2009), IHSG ditutup menguat hingga 47,733 poin (1,92%) ke level 2.528.164.
  • Pada perdagangan Rabu (7/10/2009), IHSG ditutup melemah 14,740 poin (0,58%) ke level 2.513,406. 
  • Pada perdagangan Kamis (8/10/2009), IHSG ditutup melemah 28,888 (1,15%) ke level 2.484,518.
  • Pada perdagangan Jumat (9/10/2009), IHSG ditutup melemah hingga 10,117 poin (0,41%) ke level 2.474,401.

Bagaimana dengan pekan ini?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG diprediksi mulai bergerak menguat lagi. Sentimen positif dari penguatan Dow Jones di akhir pekan lalu diharapkan bisa mengangkat lagi IHSG.

Pada perdagangan Jumat (9/10/2009), indeks Dow Jones ditutup naik 78,07 poin (0,80%) ke level 9.864,94 atau berada di posisi tertingginya sepanjang 2009. Investor mengantisipasi musim laporan keuangan yang diharapkan berlangsung positif.

IHSG pada perdagangan Senin (12/10/2009) diprediksi akan bergerak menguat meski dengan volatilitas yang masih sangat besar. Saham-saham perbankan dan komoditas akan kembali menjadi fokus investor.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
 
Panin Sekuritas:
 
IHSG sepanjang pekan lalu bergerak melemah -0,22% ditutup pada level 2.474,40 setelah pada awal pekan bergerak diatas level 2.500-an. Melemahnya indeks didorong oleh sentimen negatif dari aksi korporasi BUMI, yang direspon negatif oleh investor. Aksi jual mendorong saham ini jatuh ke level 2.700-an sebelum rebound pada hari Jumat. Sementara sentimen positif dari positifnya bursa regional, menguatnya nilai tukar rupiah, serta rally pada harga komoditas tidak mampu mengangkat indeks ke level positif.
 
Secara teknikal, indeks membentuk pola "three black crows" yang mengindikasikan peluang terjadinya bearish dalam jangka pendek. Meski demikian dari sisi trend, indeks masih berada dalam trend menguat. Kami melihat Indonesia masih cukup menarik bagi investor asing. Ditengah melemahnya dollar, diperkirakan fund manager asing akan mengincar emerging market yang memiliki potensi pertumbuhan lebih besar. Pekan ini indeks diperkirakan akan menguji level 2.420-2.400. Sementara untuk level resistance berada di 2.500.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads