"Produksi CPO AALI Januari sampao September 2009 sebesar 785.945 ton atau naik sebesar 6,9%," kata Corporate Secretary AALI, Santoso dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/10/2009).
Pada periode Januari-September 2009, produksi CPO AALI sebanyak 785.945 ton. Pada periode yang sama tahun 2008, produksi CPO AALI sebanyak 735.945 ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wilayah Kalimantan dan Sulawesi memberikan peningkatan produksi TBS AALI, masing-masing sebesar 24,1% dan 7,2%. Namun untuk produksi TBS Plasmanya turun 7,3%," tambahnya.
Pada produksi TBS inti AALI, mengalami peningkatan 10,6% dari 2,193 juta ton menjadi 2,436 juta ton di bulan September 2009. Sedangkan untuk produk FFB Prosessed jenis Plasma terjadi tren negatif, dari 757,786 juta ton menjadi 702,611 juta ton.
Sedangkan keseimbangan produksi dan konsumsi CPO dunia berada di jalur surplus. Jumlah produksi selalu melebihi permintaan CPO di dunia. Pada triwulan-III 2009, produksi CPO sebesar 11,68 juta ton sedangkan konsumsinya 11,08 juta ton.
Pada triwulan-IV pun diprediksi terjadi peningkatan konsumsi CPO, namun jumlahnya masih di bawah perkiraan total produksi.Β Produksi triwulan-IV diperkiraan berada diangka 11,96 juta ton dan penyerapan oleh pasar sekitar 11,64%.
Sampai akhir tahun 2009, produksi CPO terprediksi meningkat 2,9% atau akan mencapai 44,35 juta ton dari produksi tahun lalu 43,10 juta ton. Perkiraan peningkatan produksi CPO didasarkan atas bertambahnya lahan penghasil CPO menjadi 12,24 juta hektar. Bertambahnya lahan terpantau meningkat 6,3% dari 11,52 juta hektar.
(dro/dro)











































