Menurut Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil, InSure Net menghubungkan institusi asuransi dengan entitas pelaku kesehatan lainnya seperti pelaku farmasi, penyedia layanan kesehatan, dan secara lebih luas terhubung juga dengan regulator, institusi keuangan dan institusi lainnya.
"Diharapkan InSure Net ke depan bisa menjadi cikal bakal e-health dan e-claim nasional," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (15/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelima asuransi BUMN yang terlibat itu antara lain Taspen, Jamsostek, Askes, Jasa Raharja, dan Asabri. InSUre Net tersebut rencananya akan dikembangkan bertahap, saat ini masih dalam tahap pengembangan data kepesertaan bersama.
Pada tahap awal ini telah diselesaikan pembangunan aplikasi data kepesertaan bersama yang menggabungkan sekitar 123 juta data peserta Asuransi Milik Negara (Asgara). Ke depannya data ini akan digunakan oleh lebih dari 700 institusi kesehatan baik rumah sakit, poliklinik maupun puskesmas untuk proses verifikasi data peserta.
"Keuntungan yang akan diperoleh adalah jaminan layanan kesehatan bagi peserta asuransi," ujarnya.
Ia mengatakan, data kepesertaan bersama ini dapat menjadi fondasi bagi terbentuknya National Identity Number (NIN).
(ang/dro)











































