Minyak Tembus US$ 77, Dow Jones Bertahan di Level 10.000

Minyak Tembus US$ 77, Dow Jones Bertahan di Level 10.000

- detikFinance
Jumat, 16 Okt 2009 07:46 WIB
Minyak Tembus US$ 77, Dow Jones Bertahan di Level 10.000
New York - Saham-saham energi bergairan seiring lonjakan harga minyak ke level US$ 77 per barel. Bursa Wall Street pun melonjak, dengan indeks Dow Jones masih bertahan di atas level 10.000.

Pada perdagangan Kamis (15/10/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) menguat 47,08 poin (0,47%) ke level 10.062,94, atau merupakan tertinggi dalam 52 pekan.

Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 4,54 poin (0,42%) ke level 1.096,56, yang merupakan level tertinggi dalam setahun terkahir. Sementara Nasdaq menguat 1,06 poin (0,05%) ke level 2.173,29.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga minyak mentah dunia kembali melonjak setelah data menunjukkan ketatnya suplai di AS, yang merupakan konsumen terbesar.

Kontrak utama minyak light sweet tercatat naik 2,40 dolar ke US$ 77,58 per barel, yang merupakan tertinggi sejak 14 Oktober 2008. Sementara minyak Brent juga naik 1,35 dolar menjadi US$ 74,45 per barel.

Lonjakan harga minyak mentah itu langsung membuat saham-saham energi menguat. Saham Chevron tercatat naik hingga 1,6%.

"Sepertinya pasar bereaksi pada data cadangan energi, naiknya harga minyak mentah dan pemikiran bahwa pemulihan ekonomi masih berjalan," ujar Nick Kalivas, vice presiden MF Global, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (16/10/2009).

Sementara Goldman Sachs dan Citigroup gagal mengalami kenaikan meski melaporkan kenaikan laba. Laba Goldman tercatat naik hampir 4 kali lipat, sementara Citigroup berhasil menciutkan laba. Saham Goldman turun 1,9%, Citigroup melemah 5%.

"Banyak profit taking dan pemikiran kembali terhadap sektor finansial. Saya kira ekspektasi terhadap Goldman Sachs terlalu tinggi dan dasarnya mereka sendiri tidak dapat mencapai angka yang lebih tinggi," tambah Kalivas.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads