Pada perdagangan Kamis (15/10/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) menguat 47,08 poin (0,47%) ke level 10.062,94, atau merupakan tertinggi dalam 52 pekan.
Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 4,54 poin (0,42%) ke level 1.096,56, yang merupakan level tertinggi dalam setahun terkahir. Sementara Nasdaq menguat 1,06 poin (0,05%) ke level 2.173,29.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontrak utama minyak light sweet tercatat naik 2,40 dolar ke US$ 77,58 per barel, yang merupakan tertinggi sejak 14 Oktober 2008. Sementara minyak Brent juga naik 1,35 dolar menjadi US$ 74,45 per barel.
Lonjakan harga minyak mentah itu langsung membuat saham-saham energi menguat. Saham Chevron tercatat naik hingga 1,6%.
"Sepertinya pasar bereaksi pada data cadangan energi, naiknya harga minyak mentah dan pemikiran bahwa pemulihan ekonomi masih berjalan," ujar Nick Kalivas, vice presiden MF Global, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (16/10/2009).
Sementara Goldman Sachs dan Citigroup gagal mengalami kenaikan meski melaporkan kenaikan laba. Laba Goldman tercatat naik hampir 4 kali lipat, sementara Citigroup berhasil menciutkan laba. Saham Goldman turun 1,9%, Citigroup melemah 5%.
"Banyak profit taking dan pemikiran kembali terhadap sektor finansial. Saya kira ekspektasi terhadap Goldman Sachs terlalu tinggi dan dasarnya mereka sendiri tidak dapat mencapai angka yang lebih tinggi," tambah Kalivas.
(qom/qom)











































