Pada perdagangan Selasa (20/10/2009) sesi I, IHSG ditutup melemah 7,167 poin (0,28%) ke level 2.513,757. Indeks LQ 45 juga melemah 2,102 poin (0,42%) ke level 495,007. Rupiah menguat tipis ke 9.363 per dolar AS.
"Pasar menang sedang tidak bergairah mulai kemarin,dan investor saat ini sedang menunggu,dan itu wajar di market," ujar analis pasar saham dari Kapita Sekurindo Hariyajid Ramelan ketika dihubungi detikFinance.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagian investor juga ada yang melancarkan aksi profit taking pada saham yang mereka miliki. Ini wajar,karena IHSG sudah mengalami kenaikan 80% padahal belum 1 tahun," ujar Hariyajid.
Namun penurunan ini hanya aksi jangka pendek.IHSG akan kembali naik signifikan. Faktor eksternal pun sangat mendukung tren kenaikan saham dalam negeri.
"Harga minyak yang berada di US$ 79 per barel dan positifnya bursa saham regional harusnya menjadi pendorong positifnya IHSG,khususnya pada sesi II nanti," imbuhnya.
Pergerakan IHSG pada hari ini memang tampil beda, karena bursa-bursa regional mayoritas mengalami kenaikan mengikuti bursa Wall Street. Pada sesi pagi, bursa regional mayoritas bergerak menguat:
- Indeks Nikkei-225 naik 111,07 poin (1,09%) ke level 10.347,58.
- Indeks Komposit Shanghai naik 36,56 poin (1,15%) ke level 3.073,04.
- Indeks Hang Seng naik 176,12 poin (0,79%) ke level 22.376,58.
Perdagangan berjalan cukup moderat, dengan frekuensi transaksi sebanyak 39.868 kali pada volume 1.543 juta lembar saham senilai Rp 1,784 triliun. Sebanyak 54 saham naik, 103 saham turun dan 79 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 400 menjadi Rp 33.400, Timah (TINS) naik Rp 50 menjadi Rp 2.275, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 8.750.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain BRI (BBRI) turun Rp 200 menjadi Rp 7.900, Bank Mandiri (BMRI) naikRp 75 menjadi Rp 4.725, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 50 menjadi Rp 2.950.
(qom/qom)











































