"Anak perusahaan, cucu, cicit tolong di-listed juga. Di AS banyak perusahaan yang dibuka di garasi tapi dalam beberapa waktu dia masuk ke bursa. Saya minta Bapepam-LK dan BEI untuk menyederhanakan prosedur," ujarnya aat menyampaikan sambutan dalam acara seminar dan halal bihalal AEI di Hotel Grand Hyatt, Jakarta pagi ini (21/10/2009).
Menurut Sri Mulyani, banyak perusahaan di daerah yang berpotensi untuk menjadi perusahaan terbuka, jadi jika prosedur untuk menjadi perusahaan go public disederhanakan, jumlah perusahan yang tercatat di bursa saham makin banyak.
"Banyak perusahaan di daerah yang berpotensi. Kalau ini bisa digarap maka di 2014 sebanyak 400 emiten bisa bertambah," ujarnya.
Sri Mulyani mengharapkan agar BEI untuk melakukan efisiensi dalam menyiapkan dokumen legal termasuk biaya yang diperlukan di dalam proses pendaftaran. "Ini perlu kita pertimbangkan, cost of doing business harus lebih efisiensi. Kita akan mencoba mengurangi satu-satu," ungkapnya.
Selain itu, Sri Mulyani menyarankan perusahaan terbuka atau go public untuk membayar pajak sesuai dengan kewajibannya, untuk menambah pendapatan Indonesia dari sektor pajak.
(nia/dnl)











































