Penjualan Indo Farma Turun 10%

Penjualan Indo Farma Turun 10%

- detikFinance
Kamis, 22 Okt 2009 16:15 WIB
Penjualan Indo Farma Turun 10%
Jakarta - PT Indo Farma Tbk (INAF) memperkirakan penjualannya di triwulan III-2009 akan turun sekitar 10 persen dibandingkan penjualan tahun 2008 pada periode yang sama.

Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama Indo Farma P Soedibyo saat menghadiri serah terima jabatan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kantor Kementerian Negara BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (22/10/2009).

"Lebih jelek dari September tahun lalu, mungkin sekitar 10 persen dari penjualan tahun lalu," katanya.

Ia mengatakan, penurunan tersebut karena terlambatnya pelaksanaan tender penjualan obet generik arahan pemerintah. "Tendernya baru bisa terealisasi sekarang. Harusnya kan sejak awal tahun," tambahnya.

Menurutnya, jumlah proyek tender obat generik yang sedang berjalan itu sebesar Rp 200 miliar. Sebagian dari tender itu sudah ada pemenangnya, dengan jumlah sekitar Rp 100 miliar. Setiap tahunnya, emiten berkode INAF itu melakukan tender obat generik senilai Rp 300 miliar.

"Jadi pemasukan dari reguler bagus, tapi dari tender ini yang tersendat," katanya.

Ia mengatakan, tender proyek obat generik itu setiap tahunnya bisa menyumbang revenue hingga 40 persen.

Pergantian Kabinet

Mengenai perubahan susunan kabinet yang baru saja dilakukan, ia mengaku belum mengenal baik kedua menteri yang menjadi atasannya yang baru, yaitu Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar dan Menteri Kesehatan Endang.

Menurutnya, ia harus mulai menyelaraskan hubungan kerjanya dengan kedua menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II tersebut.

"Saya belum pernah ketemu Pak Mustafa, di Depkes juga enggak kenal. Kita kan harus melayani pemegang saham jadi harus bisa selaraskan hubungan kerja," pungkasnya. (ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads