Asing Tarik Dana Rp 4,242 Triliun, IHSG Anjlok 3,48% dalam 3 Hari

Asing Tarik Dana Rp 4,242 Triliun, IHSG Anjlok 3,48% dalam 3 Hari

- detikFinance
Kamis, 22 Okt 2009 18:08 WIB
 Asing Tarik Dana Rp 4,242 Triliun, IHSG Anjlok 3,48% dalam 3 Hari
Jakarta - Investor asing tercatat melakukan aksi jual alias menarik dana segar sebesar Rp 4,242 triliun selama 3 hari terakhir. Aksi ini membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 3,48% dalam periode tersebut.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti dikutip detikFinance, Kamis (22/10/2009), aksi jual asing pada perdagangan hari ini mencapai Rp 1,735 triliun atau mencapai 34,03% dari total nilai perdagangan hari ini sebesar Rp 5,098 triliun.

Pada perdagangan Rabu (21/10/2009), asing menjual saham senilai Rp 1,259 triliun atau 33,91% dari total nilai perdagangan sebesar Rp 3,712 triliun. Pada perdagangan Selasa (20/10/2009), asing tercatat menjual senilai Rp 1,248 triliun atau 33,21% dari total perdagangan senilai Rp 3,757 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total penjualan asing selama 3 hari mencapai Rp 4,242 triliun atau mencapai 33,75% dari total perdagangan di BEI selama 3 hari sebesar Rp 12,567 triliun.

Aksi jual asing besar-besaran ini membuat investor domestik ikutan melakukan aksi jual yang kemudian membuat level IHSG mengalami penurunan signifikan selama 3 hari berturut-turut.

Pada perdagangan Senin (19/10/2009), IHSG ditutup di level 2.520,924. Pada perdagangan Selasa (20/10/2009), seiring aksi jual masif asing, IHSG terkoreksi 18,708 poin (0,74%) ke 2.502,216.

Aksi jual asing terus berlanjut pada perdagangan Rabu (21/10/2009) yang membuat IHSG anjlok menembus level psikologis 2.500 ke level 2.476,787, turun 25,419 poin (1,01%).

Pada perdagangan hari ini, Kamis (22/10/2009), membengkaknya aksi jual asing membuat IHSG anjlok 43,613 poin (1,76%) ke level 2.433,184.

Kumulatif koreksi IHSG dari penutupan Senin (19/10/2009) hingga hari ini, Kamis (22/10/2009) mencapai 87,740 poin atau anjlok 3,48% seiring dengan aksi jual masif investor asing.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi sasaran jual terbesar. Dalam 3 hari terakhir, asing melepas BUMI senilai Rp 1,06 triliun atau mencapai 24,98% dari total nilai jual asing selama periode yang sama sebesar Rp 4,242 triliun.

Selain BUMI, asing juga memberikan tekanan jual besar-besaran pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Astra International Tbk (ASII). Asing tercatat melepas saham ASII senilai Rp 201,93 miliar dan BBRI sebesar Rp 192,354 miliar pada perdagangan hari ini.

Saham-saham lainnya yang juga menjadi sasaran penjualan asing antara lain: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) senilai Rp 51,538 miliar, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 46,418 miliar, PT Timah Tbk (TINS) senilai Rp 37,862 miliar.

Aksi beli asing pada perdagangan hari ini terkonsentrasi pada beberapa saham seperti PT Semen Gresik Tbk (SMGR) Rp 17,389 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 54,818 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sebesar Rp 86,521 miliar, PT Medco Energi International Tbk (MEDC) Rp 16,575 miliar dan beberapa saham tambang batubara.

Berlawanan dengan BUMI, saham PT Adaro Energi Tbk (ADRO) dibeli asing sebesar Rp 5,591 miliar, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dibeli sebesar Rp 43,342 miliar dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) dibeli asing sebesar Rp 68,372 miliar.

Aksi jual asing pada saham tampaknya mengikuti tren penjualan pada saham-saham di bursa Eropa dan Amerika Serikat. Selama kurun 2 hari terakhir, indeks bursa-bursa Eropa dan AS memang mengalami koreksi tajam yang kemudian diikuti
oleh koreksi bursa-bursa regional Asia.





(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads