"Kami telah memasukkan pengajuan permohonan pencatatan saham awal ke Bursa Efek Indonesia beberapa waktu yang lalu," ungkap Presiden Direktur BPE, Arifin Wiguna dalam siaran persnya, Kamis (29/10/2009).
BPE merupakan perusahaan yang bergerak di sektor energi mulai dari minyak, gas bumi, batubara serta layanan jasa Engineering, Procurement and Construction (EPC). BPE saat ini menjalin kerjasama dengan PT Pertamina EP melalui Kontrak Kerjasama Operasi (KSO) dalam mengelola Blok Benakat Barat (Blok BB) di Prabumulih, Propinsi Sumatra Selatan. BPE menargetkan produksi minyak sebanyak 5000 barrel per hari pada tahun 2010.
Arifin mengatakan, dana hasil IPO akan sepenuhnya digunakan untuk investasi dan modal kerja perseroan seperti untuk pembangunan fasilitas produksi minyak dan gas bumi, batubara dan batu Mangan, pembelian peralatan pendukung produksi, serta pengembangan ide-ide inovatif untuk memaksimalkan pengembalian nilai yang diinvestasikan.
Lebih lanjut Arifin mengungkapkan, sangat siap melakukan pengembangan bisnis ke depan dengan mengakuisisi beberapa blok minyak baik di dalam dan luar negeri. Perseroan merasa optimis akan minat investor di bisnis energi.
"Dari hasil analisa dan pengamatan kami selama ini, terlihat semakin banyak investor baik domestik maupun asing yang berminat pada saham industri energi di Indonesia. Saham minyak dan gas bumi merupakan salah satu yang paling diminati investor pasar modal," ujar Arifin. (dro/dnl)











































