Mengawali perdagangan, IHSG bergerak menguat cepat lebih dari 50 poin dan menembus level 2.400. Namun secara perlahan penguatan IHSG berkurang dan gagal bertahan di level 2.400.
Pada perdagangan Jumat (30/10/2009), IHSG ditutup menguat 23,668 poin (1,01%) ke level 2.367,701. Indeks LQ 45 juga menguat 4,511 poin (0,98%) ke level 464,199.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Indeks Komposit Shanghai naik 35,38 poin (1,20%) ke level 2.995,85.
- Indeks Nikkei-225 naik 143,64 poin (1,45%) ke level 10.034,74.
- Indeks Hang Seng menguat 487,88 poin (2,29%) ke level 21.752,87.
- Indeks KOSPI melemah tipis 5,16 poin (0,33%) ke level 1.580,69.
Perdagangan berjalan cukup semarak dengan frekuensi transaksi mencapai 117.048 kali pada volume 5.664 juta lembar saham senilai Rp 6,642 triliun. Sebanyak 128 saham naik, 66 saham turun dan 62 saham stagnan.
Nilai perdagangan cukup besar karena PT Bahana Securities (DX) telah memfasilitasi transaksi tutup sendiri (crossing) atas 97,97% saham PT Bristol Myers Squibb's Indonesia Tbk (SQBI - SQBB) senilai Rp 1,451 triliun. Transaksi ini terkait akuisisi oleh Taisho Pharmaceutical.
Saham-saham di jajaran top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 700 menjadi Rp 31.300, BUMI turun Rp 100 menjadi Rp 2.375, BRI (BBRI) turun Rp 50 menjadi Rp 7.100, Timah (TINS) turun Rp 40 menjadi Rp 1.950.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.900 menjadi Rp 22.750, International Nickel (INCO) naik Rp 225 menjadi Rp 4.050, Telkom (TLKM) naik Rp 150 menjadi Rp 8.400, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 100 menjadi Rp 4.675, Indofood (INDF) naik Rp 200 menjadi Rp 3.075, PTBA naik Rp 400 menjadi Rp 15.200, United Tractor (UNTR) naik Rp 250 menjadi Rp 15.000. (qom/dro)











































