Pada perdagangan Senin (2/11/2009), rupiah ditutup menguat tipis ke 9.575 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.590 per dolar AS. Rupiah sempat melemah hingga level 9.600-an per dolar AS.
Ekonom BII Samuel Ringoringo mengatakan, nilai tukar rupiah diprediksi akan bergerak pada kisaran 9.550-9.700-an per dolar AS sepanjang pekan ini. Investor akan mulai meninggalkan aset-aset yang berisiko seiring data-data perekonomian AS yang tidak mendukung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pasar Asia, dolar AS bergerak melemah atas yen setelah bangkrutnya CIT Group memicu lagi permintaan akan mata uang safe-haven yakni yen.
Dolar AS melemah hingga 89,18 yen, dibandingkan sebelumnya di 89,97 yen. Sementara dolar AS menguat atas euro ke 1,4760 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4715 dolar.
Analis dari Barclays Capital mengatakan, masalah yang menimpa CIT Group telah memicu kekhawatiran di kalangan pialang valas. Namun diyakini permasalahan kebangkrutan CIT itu tidak akan memberi dampak signifikan pada pasar valas asing.
"Yang paling penting, menurut perusahaan tersebut, perlindungan kebangkrutan didesain untuk membiatkan CIT bisa terus memberikan pendanaan pada bisnis UKM, yang dalam pandangan kami akan mengurangi efek pukulan," ujar analis Barclays seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)











































