Demikian disampaikan direksi MTDL dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (6/11/2009).
Penurunan laba bersih ini antara lain disebabkan oleh peningkatan beban usaha pada periode Januari-September 2009 menjadi Rp 180,37 miliar, dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 166,716 miliar.
Hal ini menyebabkan laba usaha perseroan menurun menjadi Rp 66,309 miliar, dari RP 113,671 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kemudian pada Januari-September 2009 perseroan juga mengalam kerugian penjualan aset tetap sebesar Rp 46,938 juta, setelah periode yang sama tahun lalu mendapat keuntungan sebesar Rp 616,296 juta.
Penjualan perseroan tercatat naik tipis Rp 6 miliar, dari Rp 2,31 triliun menjadi Rp 2,32 triliun pada September 2009. Laba kotor turun 13,6%, menjadi Rp 246,68 miliar dari posisi sebelumnya Rp 280,38 miliar.
Laba sebelum pajak tercatat turun tajam, yang sebelumnya Rp 95,85 miliar menjadi Rp 50,54 miliar, atau terdepresiasi 47,27%. Setelah terpangkas oleh pajak Rp 15,32 milar, maka laba sebelum hak minoritas tercatat Rp35,22 miliar, atau turun 45,11% dari posisi tahun 2008 Rp Rp 64,17 miliar.
Akhirnya, perseroan membukukan laba bersih sampai 30 September 2009 Rp 7,83 miliar. Turun tajam 66,85% dari periode yang sama tahun lalu Rp 23,62 miliar. (wep/dnl)











































