"Kami berharap kewajiban akuisisi hingga 100% saham Herald rampung dalam 6 minggu," ujar SVP Investor Relation BUMI, Dileep Srivastava kepada detikFinance, Rabu (11/11/2009) malam.
BUMI saat ini memiliki 205.912.956 saham atau setara dengan 98,39% saham Herald melalui penawaran tender terakhir yang ditutup pada 20 Oktober 2009 pada harga AUD 0,93 per saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga yang ditawarkan Calipso sama dengan penawaran terakhir sebesar AUD 0,93 per saham.
Terkait penawaran tersebut, otoritas bursa Australia memutuskan menghentikan sementara saham Herald terhitung kemarin, Rabu (11/11/2009). Pada Selasa (10/11/2009), saham Herald ditutup di harga AUD 0,885 per saham.
BUMI sendiri telah menyiapkan dana investasi untuk pengembangan proyek Dairi sebesar US$ 211 juta. Dananya diambil dari penerbitan obligasi US$ 300 juta yang telah dilakukan pekan lalu.
Menurut Dileep, dana tersebut akan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 171 juta, modal kerja sebesar US$ 30 juta dan dana eksplorasi sebesar US$ 10 juta.
"Investasi ini untuk menggenjot pendapatan Herald di 2012," ujarnya.
Herald, perusahaan tambang asal Australia yang tercatat di Australian Securities Exchange (ASX) ini menguasai 80% saham di proyek Dairi. Sisanya sebesar 20% dimiliki oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
Dileep mengatakan, proyek Dairi memiliki tambang dengan kandungan seng (zinc) dan timbal (lead) terbesar di dunia yang berlokasi di Sumatera Utara. Namun hingga saat ini, proyek Dairi belum dapat dioperasikan lantaran belum mendapat izin dari departemen kehutanan.
"Kami berharap izin dapat segera diperoleh," ujar Dileep.
Melalui investasi ini, BUMI menargetkan EBITDA tahunan sebesar US$ 200 juta. Pada perdagangan hari ini, saham BUMI kembali menjadi perburuan. Saham BUMI tercatat naik Rp 125 menjadi Rp 2.550 dengan nilai transaksi mencapai Rp 717 miliar dalam setengah jam perdagangan.
(dro/qom)











































