Pada laporan terkonsolidasi disebutkan pendapatan usaha HITS pada 9 bulan pertama di 2009 naik 22,68% menjadi 856,14 miliar, dari posisi yang sama tahun lalu Rp697,85 miliar. Namun beban atas pendapatan pada 9 bulan pertama di 2009 tercatat meningkat 49% menjadi Rp 768,45 miliar dari Rp 515 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Atas peningkatan beban pendapatan, perseroan menanggung laba kotor Rp 87,69 miliar. Ini jauh berkurang 51,9% dari 9 bulan di 2008 yang sebesar Rp182,54 miliar. Sampai 9 bulan ini, rugi usaha perseroan tercatat Rp 126,36 juta. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, laba usaha perseroan sebesar Rp 96,47 miliar.
Beban lain-lain juga tercatat meningkat 8,8% menjadi Rp 31 miliar. Hingga tercatat laba sebelum pajak pada 9 bulan pertama di 2009 tercatat 30,87 miliar, turun tajam 75,29% dari posisi yang sama tahun lalu Rp 124,95 miliar.
Hapus Utang Rp 250 miliar
HITS berencana untuk menghapus utang mereka kepada pihak ketiga sebesar Rp 250 miliar yang akan jatuh tempo pada Desember 2009 dan Januari 2010. Dana disiapkan dari sinking fund dan hasil operasi perseroan.
Direktur Utama perseroan Antonius W. Sumarlin mengatakan sejumlah utang perseroan terdiri atas mata uang rupiah dan dollar Amerika Serikat (AS) dan terbagi dalam 4 pembayaran.
"Utang kami yang Rp 250 miliar akan jatuh tempo di Desember dan Januari. Dana sudah kami siapkan dari sinking fund dan sudah tersedia," ujar Antonius dalam acara public expose di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) SCBD Jakarta Kamis (12/11/2009).
Utang pertama sebesar Rp 154,44 miliar merupakan pembayaran obligasi yang jatuh tempo pada 17 Desember 2009. Pembayaran pokok ini ditambah bunga selama 3 bulan sebesar Rp5,4 miliar. Sumber pendanaan didapatkan dari sinking fund per 30 September 2009 sebesar Rp 147,75 miliar. Sisanya bersumber dari hasil operasi HITS.
"Kekurangan pembayaran, sebesar Rp 6 miliar didapat dari hasil konversi yang akan terbayar," kata jelasnya.
HITS per 30 September 2009, berutang kepada bank sebesar Rp10 miliar, dan jatuh tempo pada 14 Januari 2010. Sumber pendanaan didapatkan dari hasil operasi perseroan.
Atas pembelian kapal tertanggal 30 September 2009 lalu, perseroan diwajibkan membayar utang sebesar US$ 3,19 juta dan akan jatuh tempo pada 15 Desember 2009. Repayment utang telah dijaminkan melalui escrow account yang tercatat di Bank of New York. Penyetoran langsung atas utang disisihkan dari charter hire kapal milik Eka Putra.
Perseroan juga memiliki utang investasi sebesar US$ 5,73 juta, pada 30 September 2009. Jatuh tempo atas utang investasi ini pada 15 Desember 2009. Sama seperti hutang atas pembelian kapal, repayment dijaminkan melalui escrow account .
"Untuk utang jangka panjang adalah dalam bentuk dolar AS, dan jatuh tempo pada Desember besok. Tidak ada masalah," tambahnya. (wep/dnl)











































