Menurut Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi, belanja modal tersebut merupakan perkiraan direksi dan belum termasuk anggaran carry over di tahun 2009.
"Ini (Capex) murni cash . Kita masih melihat penambahannya di awal tahun nanti," terangnya
Anggaran capex yang ditargetkan perseroan akan digunakan untuk penambahan jaringan berupa infrastruktur dan kapasitas layanan. Capex XL di tahun 2009 saja, berada di angka US$ 600-650 juta, dengan dana riil hanya US$ 300-350 juta. Sisanya merupakan carry over tahun 2008.
"Tentu dari capex, kami menargetkan penambahan jumlah pelanggan," tuturnya.
Sampai akhir tahun 2009, perseroan juga memasang target penambahan pelanggan sebanyak 30 juta. "Posisi kita per September ada 26,6 juta pelanggan. Ya harapannya akan bertambah 29-30 juta, dan terus berlanjut di tahun depan," tambah Hasnul.
Jumlah pelanggan EXCL reguler sampai September tercatat 5 juta pelanggan. Sedangkan untuk layanan berbasis data, konsumen perseroan tercatat 50 ribu orang dan khusus pengguna Blackberry 200 ribu pelanggan.
"Dalam 1 bulan ini, akan ada pertambahan pelanggan 10% dari seluruh segmen," imbuhnya.
Bayar Utang US$ 1,6 Miliar
Perseroan tercatat masih memiliki beban utang US$1,6 miliar, utang akan dibayarkan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan perseroan.
Dengan persetujuan penerbitan saham baru dalam rights issue Penawaran Umum Terbatas (PUT) I, maka perseroan diperkirakan mendapat dana segar sejumlah US$ 300 juta atau ekivalen Rp2,836 triliun. Seluruh dana hasil rights issue akan digunakan untuk membayar utang perseroan.
"Utang kami berjumlah US$1,9 miliar, dan akan menjadi US$1,5 miliar atau Rp15,5 triliun," jelas GM Corporate Finance XL Silvia Hardiman.
Pengurangan utang ini, baru akan dilaksanakan setelah eksekusi rights issue pada tanggal 7 Desember 2009. "Untuk jadwal eksekusi, akan dilaksanakan pada 1-7 Desember nanti," kata Silvia.
Sumber pendanaan guna pembayaran utang, akan dimaksimalkan dari internal perseroan. Jika kurang, XL siap melakukan refinancing kembali dengan menerbitkan saham baru.
"Pendanaan juga bisa dimungkinkan dari bank lokal dengan nominal rupiah. Dan sisa utang perseroan akan dibayarkan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan," tambahnya. (wep/dnl)











































