Utang BUMI Bertambah US$ 2,875 Miliar di 2009

Utang BUMI Bertambah US$ 2,875 Miliar di 2009

- detikFinance
Senin, 23 Nov 2009 16:50 WIB
Utang BUMI Bertambah US$ 2,875 Miliar di 2009
Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat penambahan utang sebesar US$ 2,875 miliar sepanjang 2009. Total kewajiban BUMI dari penambahan utang tersebut hingga seluruhnya jatuh tempo di 2016 mencapai US$ 4,689 miliar.

Berdasarkan penelusuran detikFinance, Senin (23/11/2009), utang maha besar tersebut diperoleh melalui penerbitan 2 obligasi konversi senilai US$ 675 juta, 1 obligasi konvensional senilai US$ 300 juta dan pinjaman strategis senilai US$ 1,9 miliar. Seluruh surat utang berdenominasi dolar AS ini diterbitkan pada tahun 2009.

Pada 5 Agustus 2009, BUMI melalui Enercoal Resources Pte Ltd menerbitkan obligasi konversi senilai US$ 375 juta. Obligasi konversi ini berjangka waktu 5 tahun dengan kupon bunga tetap sebesar 9,25%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BUMI memberikan opsi pelunasan tunai atas obligasi konversi ini saat jatuh tempo di 2014. Mengacu pada persentase kupon bunga yang diberikan, BUMI harus merogoh kocek sebesar US$ 34,687 juta tiap tahunnya.

Pada September 2009, BUMI melalui Bumi Netherlands BV meraih pinjaman raksasa dari China Investment Corporation (CIC), perusahaan milik pemerintah China yang menjadi mitra strategis BUMI senilai US$ 1,9 miliar.

Pinjaman ini terbagi ke dalam 3 struktur yakni pinjaman pertama sebesar US$ 600 juta berjangka waktu 4 tahun, pinjaman kedua US$ 600 juta berjangka waktu 5 tahun dan pinjaman ketiga US$ 700 juta berjangka waktu 6 tahun.

Tiga pinjaman ini berkupon bunga 12% setahun dengan penambahan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 7% saat masing-masing pinjaman ini jatuh tempo. Dengan demikian, kewajiban bunga yang harus dibayarkan BUMI hingga tahun ketiga (2012) sebesar US$ 228 juta tiap tahunnya. Untuk tahun keempat (2013), kelima (2014) dan keenam (2017) ada penambahan bunga IRR sebesar 7%.

Kemudian pada 13 November 2009, BUMI menerbitkan obligasi konvensional senilai US$ 300 juta. Obligasi berjangka waktu 7 tahun ini memberikan kupon bunga 12% per tahun. Bunga yang harus dibayarkan BUMI per tahunnya senilai US$ 36 juta.

Terakhir, BUMI melalui Enercoal, lagi-lagi mengeluarkan obligasi konversi senilai US$ 300 juta yang dijadwalkan terbit pada 25 November 2009. Obligasi konversi ini berjangka waktu 7 tahun dengan kupon bunga 5%. Kewajiban bunga yang harus dibayarkan BUMI per tahunnya sebesar US$ 15 juta.

Empat surat utang tersebut bernilai US$ 2,875 miliar. Jika ditotal, kewajiban bunga yang harus dibayarkan BUMI mulai tahun pertama (2010) hingga tahun ketiga (2012) mencapai US$ 941,061 juta atau US$ 313,687 juta per tahunnya.

Pada tahun keempat (2013) adanya penambahan beban IRR 7% atau sebesar US$ 42 juta menjadikan BUMI harus mengeluarkan biaya bunga sebesar US$ 355,687 juta. Jika ditambah pokok pinjaman CIC sebesar US$ 600 juta, totalnya mencapai US$ 955,687 juta.

Pada tahun kelima (2014), beban bunga yang harus dibayarkan BUMI mencapai US$ 283,687 juta. Dengan pokok pinjaman CIC sebesar US$ 600 juta dan pokok obligasi konversi US$ 375 juta, total dana yang harus dikeluarkan BUMI mencapai US$ 1,258 miliar di 2014.

Pada tahun keenam (2015), kupon bunga yang harus dibayarkan BUMI sebesar US$ 184 juta ditambah pokok pinjaman CIC sebesar US$ 700 juta, totalnya sebesar 884 juta di 2015.

Terakhir, bunga yang harus dibayarkan di tahun ketujuh (2016) sebesar US$ 51 juta dengan pokok obligasi konversi US$ 300 juta dan pokok obligasi konvensional US$ 300 juta, maka totalnya mencapai US$ 651 juta di 2016.

Total kewajiban bunga yang harus dibayarkan BUMI dari utang diperoleh tahun 2009 hingga 7 tahun ke depan mencapai US$ 1,815 miliar. Dengan pokok utang sebesar US$ 2,875 miliar, maka kewajiban BUMI selama 7 tahun ke depan bertambah US$ 4,689 miliar.
(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads