"Sekitar 40-50 persen dari capex tahun depan yang US$ 2 miliar itu kita cari dari eksternal," kata Direktur Keuangan TLKM Sudiro Asno usai raker bersama Komisi XI DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/11/2009).
Menurutnya, kebutuhan dana eksternal itu akan dipenuhi lewat penerbitan obligasi dan vendor financing. Saat ini, perusahaan plat merah itu sedang menggodok rencana penerbitan surat utang senilai Rp 2-3 triliun.
"Saat ini masih proses penunjukkan underwriter (penjamin emisi). Kalau memang jadi nanti di semester 1 2009," jelasnya.
Ia mengatakan, emiten berkode TLKM itu sudah mendapat komitmen vendor financing sebesar US$ 400 juta. Sebanyak US$ 300 juta dari Huawei sedangkan US$ 100 juta dari ZTE.
"Sampai sekarang yang sudah diambil sekitar US$ 60 juta, karena diambil tergantung proyek," ujarnya.
Ia mengatakan, sampai akhir tahun 2009 nanti, perseroan menargetkan pertumbuhan single digit, atau sekitar 5% jika dibandingkan kinerja tahun sebelumnya.
"Kalau tahun depan kayaknya lebih high lagi, (tumbuh) sekitar 8-9%," ujarnya.
Akuisisi Perusahaan IME
Ia menambahkan, tahun depan TLKM akan fokus kepada pengembangan sektor IME (informasi media dan edutaintment). Dalam rencana tersebut, perseroan mengincar salah satu perusahaan yang bergerak dalam sektor tersebut.
"Kita lagi lihat perusahaan-perusahaan yang bisa diambil berkaitan dengan IME," ujarnya.
Namun sayangnya, ia menolak untuk menyebutkan nama perusahaan yang bakal diambil tersebut. "Sudah ada tapi belum bisa kita umumkan," imbuhnya. (ang/dro)











































