Rupiah Langsung Mengkerut

Rupiah Langsung Mengkerut

- detikFinance
Senin, 30 Nov 2009 09:30 WIB
Rupiah Langsung Mengkerut
Jakarta - Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan pekan ini dengan pelemahan, di tengah gagal bayar Dubai World yang memang menekan mayoritas mata uang regional.

Pada perdagangan Senin (30/11/2009), rupiah dibuka melemah ke level 9.500 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.445 per dolar AS.

Namun para pialang meyakini rupiah tidak akan melemah terlalu jauh. Bank Indonesia (BI) diyakini akan terus menggawangi rupiah, disamping pelemahan dolar AS yang dirasa akan terbatas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gagal bayar Dubai World telah menguncang pasar finansial global dan memicu investor untuk memburu mata uang yang lebih aman yakni dolar AS.

Pada akhir pekan lalu, euro melemah ke 1,4959 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,5019 dolar. Sementara dolar AS juga menguat atas yen ke 86,72 yen, dibandingkan sebelumnya di 86,59 yen. Pada perdagangan di Asia, dolar AS sempat merosot ke 84,82 yen, terendah sejak Juli 1995.

"Kekhawatiran yang merebak adalah bahwa (kegagalan bayar) ini akan berubah menjadi gaya gagal bayar Argentina atau mengulangi volatilitas pada kuartal IV-2008 ketika bangkrutnya Lehman Brothers menghempaskan pasar finansial global," ujar Kathy Lien, analis dari Global Futures and Forex seperti dikutip dari AFP.

Chief Economist Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa meyakini, gagal bayar Dubai World tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap rupiah.

"Saya tidak melihat dampak yang signifikan terhadap nilai tukar karena ini bukan berarti uangnya boleh keluar tiba-tiba, cuma yang masuk melalui mereka akan berkurang," ujar Purbaya.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads