Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meluruskan anggapan dirinya tidak dilibatkan dalam penyelesaian utang kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Purbaya mengaku dilibatkan dalam pembahasan meski selalu ada perkembangan setiap waktunya.
"Selama ini saya dilibatkan, yang waktu itu ya. Tapi yang terakhir selalu ada perkembangan-perkembangan kan. Tapi saya nggak tahu final apa belum, tapi nanti kan pasti saya dikasih tahu," katanya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, muncul pernyataan dari istana yang menyebut utang Whoosh bakal dibayar pakai APBN. Nemun Purbaya belum bisa memastikan apakah utang tersebut akan benar dibayar APBN dan akan mendiskusikannya terlebih dahulu. .
"Saya belum tanya tuh masalah itu. (Udah dikasih tahu bakal pakai APBN?) Belum. Seinget saya sih masih 50-50 tapi saya akan diskusikan," kata Purbaya saat ditemui di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Bendahara Negara ini juga mengaku belum menerima ajakan untuk negoasiasi penyelesaian utang kereta cepat yang rencananya akan dilakukan di China.
Sebagai informasi, utang yang harus dibayar untuk proyek kereta cepat pertama di Asia Tenggara tersebut mencapai Rp 1,2 triliun/tahun.
"Belum, belum," singkatnya.
Adapun Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa urusan utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung bakal dibayar APBN. Saat ini proses negosiasi utang sedang melakukan finalisasi yang dilakukan oleh BPI Danantara dan pihak China.
"Kemarin laporan terakhir, rapat di Danantara, jadi masih ada finalisasi sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara," ungkap Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
(ily/hns)










































