"Seluruh komoditas feronikel diekspor ke konsumen di Asia dan Eropa," ujar Direktur Utama PT Aneka Tambang, Alwinsyah Loebis dalam Rapat dengar pendapat dengan komisi VII, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/11/2009).
Sementara untuk produksi bijih nikel, Alwin memproyeksikan akan mencapai 6.150.000 wmt dengan penjualan 5.350.000 wmt. Seluruh Komoditas bijih nikel ini diekspor ke konsumen di Jepang, Eropa, dan China.
Untuk produksi emas diproyeksikan 2.580 Kg dengan penjualan sebesar 7.980 Kg. Sedangkan produksi bauksit BUMN tambang pelat merah tersebut, diperkirakan mencapai 600.000 wmt dengan penjualan sekitar 660.000 wmt.
"Seluruh komoditas bauksit diekspor ke Jepang dan China," paparnya.
Hingga triwulan III-2009, Antam mencatat produksi feronikel mencapai 8.677 ton dan menjual 9.639 ton, produksi bijih nikel 4.580.000 wmt dengan penjualan 3.796.000 wmt.
Produksi bauksit sebesar 697.000 wmt dan menjual 239.000 wmt. Sementara untuk produksi emas hanya 1.945 Kg, sedangkan penjualannya mencapai 10.065 Kg.
"Pada triwulan III-2009, 59 persen pendapatan dari emas, perak dan jasa pemurnian berasal dari pasar domestik," papar dia.
(epi/dnl)











































