Saham-saham pertambangan hari ini bergerak menguat seiring menguatnya harga komoditas akibat melemahnya dolar AS. Harga emas hari ini tercatat mencetak rekor tertingginya lagi di level US$ 1.217,23 per ounce di London Bullion Market.
Pada perdagangan Rabu (2/12/2009), IHSG ditutup menguat hingga 19,063 poin (0,78%) ke level 2.471,564. Indeks LQ 45 juga menguat 4,143 poin (0,85%) ke level 488,971.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Indeks Hang Seng naik176,42 poin (0,8%) ke level 22.289,57.
- Indeks Komposit Shanghai naik 34,39 poin (1,06%) ke level 3.269,75.
- Indeks KOSPI menguat 21,91 poin (1,40%) ke level 1.591,63.
- Indeks S&P/ASX menguat 43,4 poin (0,92%) ke level 4.762,4.
- Indeks Nikkei-225 menguat 36,74 poin (0,38%) ke level 9.608,94.
Perdagangan di seluruh pasar cukup moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 96.242 kali pada volume 5.051 juta lembar saham senilai Rp 4,031 triliun. Sebanyak 104 saham naik, 54 saham turun dan 69 saham stagnan.
Saham perbankan bergerak menguat setelah BPS mengumumkan terjadinya deflasi 0,03% selama November. Angka itu membawa optimisme BI tidak akan mengubah kebijakan suku bunganya dalam jangka pendek. Saham BRI (BBRI) tercatat naik Rp 250 menjadi Rp 7.850, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 75 menjadi Rp 4.625.
Saham-saham lain yang naik harganya di top gainer antara lain Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 800 menjadi Rp 23.750, PTBA naik Rp 400 menjadi RP 17.200, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 100 menjadi Rp 2.400, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 75 menjadi Rp 2.550, International Nickel (INCO) naik Rp 175 menjadi Rp 3.775.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 50 menjadi Rp 32.550, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 450 menjadi Rp 29.050, Adaro (ADRO) turun Rp 10 menjadi Rp 1.730, BNI (BBNI) turun Rp 20 menjadi Rp 1.980.
(qom/qom)











































