Demikian hal itu disampaikan Direktur Network & Solution TLKM Ermady Dahlan di hotel Ritz Calton, SBCD, Jakarta, Rabu (2/12/2009).
Ia menjelaskan, sumber pembiayaan eksternal TLKM di tahun depan belum diputuskan. Namun, perseroan memastikan bahwa 40% sumber belanja modal (capital expenditure/capex) dihasilkan dari pinjaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di saat yang sama, perseroan juga memastikan bahwa capex mereka di tahun 2010 US$ 20 miliar. Jika 40% sudah dipastikan dari pembiayaan eksternal, maka pinjaman TLKM tahun depan US$ 8 miliar.Sisanya, 60% bersumber dari internal kas.
Dengan capex 2010 sebesar US$ 2 miliar, maka terjadi penurunan ratio belanja modal di tahun depan. Namun, dalam 3 tahun ke depan perseroan menargetkan ratio capex-nya mencapai 20%.
Khusus untuk pengembangan anak usahanya, Telkomsel, Ermady telah menyiapkan peningkatan layanan broadband melalui penambahan bandwith. "Jika sudah terpasang, maka kapasitas bandwith perseroan bisa mencapai 21 Mbps," kata Ermady.
Pengembangan layanan generasi tiga (3G) akan diutamakan. Prosentasenya mencapai 70%. Sisanya untuk layanan generasi sebelumnya (2G). "Secara sistem, kami akan bangun layanan baru pada Telkomsel, yaitu digital music, mobile advertising, dan mobile payment," imbuhnya.
(wep/ang)











































