Telkom Lebih Pilih Pinjaman Ketimbang Obligasi

Telkom Lebih Pilih Pinjaman Ketimbang Obligasi

- detikFinance
Rabu, 02 Des 2009 16:28 WIB
Telkom Lebih Pilih Pinjaman Ketimbang Obligasi
Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mengakui rencana penerbitan surat utangnya merupakan pilihan ketiga, dari sumber pembiayaan yang dipilih perseroan. Perusahaan plat merah itu lebih menginginkan pembiayaan berjenis direct loan dan commercial loan.

Demikian hal itu disampaikan Direktur Network & Solution TLKM Ermady Dahlan di hotel Ritz Calton, SBCD, Jakarta, Rabu (2/12/2009).

Ia menjelaskan, sumber pembiayaan eksternal TLKM di tahun depan belum diputuskan. Namun, perseroan memastikan bahwa 40% sumber belanja modal (capital expenditure/capex) dihasilkan dari pinjaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sedang berdiskusi dengan vendor, dalam financing. Kami utamakan direct loan atau commercial loan, untuk dua alternatif utama. Jika masih kurang, kita baru terbitkan obligasi," jelasnya.

Di saat yang sama, perseroan juga memastikan bahwa capex mereka di tahun 2010 US$ 20 miliar. Jika 40% sudah dipastikan dari pembiayaan eksternal, maka pinjaman TLKM tahun depan US$ 8 miliar.Sisanya, 60% bersumber dari internal kas.

Dengan capex 2010 sebesar US$ 2 miliar, maka terjadi penurunan ratio belanja modal di tahun depan. Namun, dalam 3 tahun ke depan perseroan menargetkan ratio capex-nya mencapai 20%.

Khusus untuk pengembangan anak usahanya, Telkomsel, Ermady telah menyiapkan peningkatan layanan broadband melalui penambahan bandwith. "Jika sudah terpasang, maka kapasitas bandwith perseroan bisa mencapai 21 Mbps," kata Ermady.

Pengembangan layanan generasi tiga (3G) akan diutamakan. Prosentasenya mencapai 70%. Sisanya untuk layanan generasi sebelumnya (2G). "Secara sistem, kami akan bangun layanan baru pada Telkomsel, yaitu digital music, mobile advertising, dan mobile payment," imbuhnya.
(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads