Medco E&P Indonesia Anggarkan Capex US$ 613,2 Juta di 2010

Medco E&P Indonesia Anggarkan Capex US$ 613,2 Juta di 2010

- detikFinance
Rabu, 02 Des 2009 18:38 WIB
Medco E&P Indonesia Anggarkan Capex US$ 613,2 Juta di 2010
Jakarta - PT Medco E&P Indonesia memproyeksikan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun depan meningkat dari US$ 356,8 juta tahun 2009 menjadi US$ 613,2 juta.

"40 persen atau 243,6 juta dolar AS dari total Capex tahun depan merupakan capexΒ  bersama mitra," ujar Direktur Utama Medco E&P Indonesia Budi Basuki dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/12/2009).

Sementara sisanya yang berasal dari Medco yaitu US$ 115,4 juta untuk pembangunan fasilitas pengembangan, US$ 122,1 juta untuk pengeboran sumur pengembangan,Β  US$ 31,1 juta untuk survey seismik, geologi, dan geofisika, serta US$ 101 juta untuk pengeboran sumur eksplorasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi memproyeksikan, capex tahun 2011 juga akan meningkat menjadi US$ 820,6 juta dolar AS, dimana US$ 380,8 juta merupakan Capex bersama mitra. Sementara sisanya dari Medco terdiri dari untuk survey seismik, geologi, dan geofisika US$ 24,2 juta, pengeboran sumur eksplorasi US$ 105,3 juta, fasilitas pengembangan US$ 182,1 juta dan pengeboran sumur pengembangan US$ 128,2 juta.

"Pada 2010-2011 memang direncanakan mulai sejumlah proyek besar," ujarnya.

Untuk diketahui saat ini, Medco tengah mengerjakan empat proyek besar yakni pengembangan gas Lapangan Singa di Blok Lematang, pengembangan gas Blok A, pengembangan gas Senoro di Blok Tomori, dan proyek peningkatan minyak di Blok Rimau.

Proyek Blok A diperkirakan mulai produksi 125 mmscfd pada kuartal pertama 2012. Gas akan dipasok ke pabrik pupuk Iskandar Muda sebesar 110 mmscfd dan ke pembangkit PLN 15 mmscfd. Nilai proyek Blok A mencapai US$ 608 juta terdiri dari sumur US$ 393 juta dan fasilitas US$ 215 juta. Dengan potensi pendapatan negara dan daerah diperkirakan USS$ 819 juta.

Proyek Senoro diperkirakan mulai beroperasi kuartal pertama 2014 dengan volume 258 mmscfd. Skema yang diusulkan 75 persen buat ekspor dan 25 persen domestik buat petrokimia dan pembangkit.

Total investasi hulu Senoro yang dibutuhkan mencapai US$ 760 juta terdiri dari sumur US$ 170 juta dan fasilitas US$Β  590 juta. Potensi pendapatan negara dan daerah diperkirakan mencapai US$ 5,06 miliar.

Sementara untuk proyek gas Singa, Mulai Desember 2009, ditargetkan memproduksi gas 50 mmscfd. Total investasi proyek Singa mencapai US$ 195 juta terdiri dari sumur US$ 79 juta dan fasilitas US$ 116 juta. Dengan potensi pendapatan negara dan daerah mencapai US$ 137 juta.

Untuk proyek EOR Rimau akan mencapai skala penuh tahun 2011 dan berproduksi puncak 2017.Investasi proyek diperkirakan mencapai US$ 328,5 juta.

(epi/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads