SGRO Anggarkan US$ 200 Juta untuk Tambah Lahan Sawit

Updated

SGRO Anggarkan US$ 200 Juta untuk Tambah Lahan Sawit

- detikFinance
Jumat, 04 Des 2009 10:10 WIB
SGRO Anggarkan US$ 200 Juta untuk Tambah Lahan Sawit
Jakarta - PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) menganggarkan US$ 200 Juta untuk perluasan lahan perkebunan kelapa sawit seluas 50 ribu hektar. Jangka waktu perluasan direncanakan rampung dalam 5 tahun ke depan.

Menurut Direktur Keuangan SGRO Eddie Kurniawan, perkiraan dana yang disiapkan perseroan sebesar US$ 4 ribu untuk tiap hektar. Dengan total luas perluasan sebanyak 50 ribu hektar, maka perseroan harus menyiapkan dana minimal US$ 200 Juta.

"Sumber pembiayaan akan didapatkan dari kas internal, dan pinjaman bank dengan porsi 35:65," kata Eddie di hotel Ritz Calton SCBD Jakarta Kamis (4/12/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perluasan lahan sawit dilakukan secara bertahap, dan akan mulai terlaksana pada 2010. Pada tiap tahun terjadi penambahan 10 ribu hektar. Sehingga proyek benar-benar selesai di 2014.

Sampai saat ini, total luas lahan sawit milik perseroan mencapai 90 ribu hektar. Dengan rencana perluasan ini, maka total lahan  menjadi 140 ribu hektar.

Saat ini, perseroan memperkirakan produksi minyak sawit mentah (CPO) sampai akhir tahun mencapai 250 ribu ton. Untuk harga rata-rata CPO di 2009, perkiraannya mencapai Rp 5.990 per kg.
 
"Target penjualan tahun ini kira-kira 250-300 ribu ton. Ini tergantung hasil dan jumlah minyak yang di-delivered ke konsumen. Untuk harga rata-rata di tahun ini, ada di Rp 5.990 per kg, atau Rp 6.000 lah," tambahnya.

Terjadi penurunan harga rata-rata CPO perseroan, jika dibandingkan dengan tahun 2008. Pada tahun lalu CPO berada di posisi Rp 6.790 per kg.

"Tahun lalu kami alami harga yang bagus. Walaupun harga turun 10%, kami akan menutupnya dengan memperbanyak volume penjualan," paparnya. (wep/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads